SuaraJabar.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membatasi jumlah peserta yang hadir dalam acara pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi yang maju pada Pilkada Serentak 2020.
"Kami sudah melayangkan surat imbauan kepada pasangan calon kepala daerah dan tim pemenangan agar saat pelaksanaan pengundian nomor urut tidak bisa membawa massa dan hanya diperbolehkan 21 orang saja," kata Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman di Sukabumi, dilansir Antara, Rabu (23/9/2020).
Menurut dia, pembantasan peserta yang hadir tersebut dalam menegaskan dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Surat Imbauan Nomor : 325/PL.02.2-SD/3202/KPU-Kab/IX/2020 itu mengatur pembatasan peserta.
Selain itu, pembatasan tersebut juga sesuai dengan Pasal 5 Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Wali Kota dan/atau Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19.
Baca Juga: Polisi Siapkan 36 Pengawal Peserta Pilkada Kabupaten Bandung
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Sukabumi dan petugas keamanan dari unsur TNI serta Polri untuk menjaga ketat lokasi pelaksanaan pengundian nomor urut calon kepala daerah.
Adapun jadwal pengundian tersebut pada Kamis, (24/9) bertempat di Hotel Pangrango sekitar pukul 13.00 WIB. Pihaknya juga akan menyiarkan secara langsung di Youtube peroses pengundian nomor urut tersebut di chanel TV Pilkada Kabupaten Sukabumi.
"Sebenarnya acara pengundian nomor urut calon tersebut bisa dilakukan secara virtual, namun kurang afdol. Maka dari itu dipilih dengan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," tambahnya.
Ferry mengatakan yang diperkenankan masuk ke dalam ruang pengundian maksimal 21 orang terdiri dari pasangan calon beserta istri, pimpinan partai politik pengusung yakni ketua dan sekretaris, Liaison Officier (LO) sebanyak dua orang, tim kampanye tingkat kabupaten dua orang.
Peserta yang masuk ke ruangan pun wajib menggunakan masker dan faceshield, menjaga jarak; memakai ID caard yang di sediakan KPU Kabupaten Sukabumi. Sementara untuk jurnalis sudah disediakan tempat khusus untuk konferensi pers yang jaraknya sudah diatur.
Baca Juga: Pilkada Pematangsiantar Resmi Diikuti Satu Pasangan Calon
Pada Pilkada 2020 ini diikuti oleh tiga pasangan calon Bupati dan Wabup Sukabumi yakni pertama Abu Bakar-Sirodjudin yang diusung PDI Perjuangan, PPP dan PKB.
Berita Terkait
-
Maju di Pilkada Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Penyanyi Bobby Maulana Dapat Nomor Urut 2
-
Charly Van Houten Dapat Rekomendasi Maju Pilbup Sukabumi Bersama Hasim Adnan
-
20 Ribu Wisatawan Padati Festival Hari Nelayan Palabuhanratu, Perputaran Uang Meningkat Signifikan
-
3 Destinasi Wisata Kelas Dunia Kabupaten Sukabumi Majukan Ekonomi, Ada Lagi yang Baru
-
Gerindra Bakal Usung Ananda Omesh Maju Pilbup Sukabumi? Begini Kata Ketua DPC
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar