SuaraJabar.id - Aksi mahasiswa menolak Ominus Law dan UU Cipta Kerja di Bandung berakhir bentrok. Pihak aparat kepolisian mencoba memukul mundur ribuan massa aksi mulai pukul 17.05 WIB.
Tercatat ada 138 massa aksi terluka dari ringan hingga berat, akibat terkena gas air mata, peluru karet dan terkena serangan pihak aparat kepolisian.
Massa aksi yang menjadi korban dilarikan ke kampus Universitas Pasundan (Unpas) Tamansari Bandung untuk mendapat pertolongan pertama, sebagain mahasiswa lainnya masuk ke area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk berdiam diri. Sampai dengan pukul 20.30 WIB kondisi mulai kondusif. Mahasiswa mulai beranjak pulang.
Namun kondisi kembali memanas, sekira pukul 21.20 WIB polisi masih mengejar dan menyerang mahasiswa dengan menembakkan gas air mata dan beberapa kali tembakan di area kampus Unisba dan Unpas tang terletak di Jalan Tamansari, Kota Bandung.
Penembakkan bermula saat mahasiswa mulai membubarkan diri dan hendak kembali ke rumah masing-masing.
Seorang mahasiswa Fikom Unisba yang juga korban penembakan, Fikri Nur jannah mengungkapkan, saat itu ia hendak pulang karena merasa kondisi telah kondusif. Namun beberapa polisi tiba-tiba muncul dari arah Taman Radio menuju ke Tamansari bawah.
Mereka mengejar mahasiswa dan melepaskan tembakan peluru karet. Ia mengaku terkena dua kali tembakan di bahu kanan.
“Jadi tadi jam 21.00 WIB sudah clear area (Unisba) sampe di Toga (segitiga Tamansari Unisba), tiba-tiba ada motor polisi, aku kena di belakang ditembak dua kali kena bahu kanan,” ungkapnya kepada Suarajabar.id ditemui di Kampus Unisba, Rabu (7/10/2020) malam.
“Kena di bahu kanan, kena peluru dua kali panas rasanya, naik motor polisinya tapi yang ikutin satu motor. Cuman di belakang banyak motor,” imbuhnya.
Baca Juga: Buruh Penolak UU Cipta Kerja Demo, Kantor Wali Kota Batam Ditutup
Polisi melakukan pengejaran hingga ke gang warga. Ia juga mendengar polisi meneriakkan kata-kata kasar.
“Aku masuk rumah warga, polisi juga ikut ngejar sampai masuk di dalam gang, sempat dengar juga mereka melontarkan kata-kata kasar,” ungkapnya.
Selain itu, polisi juga melakukan penembakkan ke dalam kampus, diduga mengenakan peluru karet dan gas air mata hingga merusak kaca pos satpam Unisba.
Seorang saksi mata, Satpam Unisba Hen Hen mengungkapkan bahwa polisi melakukan penyerangan. Satu kali penembakan ke arah kampus, imbasnya kaca pos satpam pecah. Dan melemparkan bom smoke di depan gerbang kampus.
“Penembakan ke jendela belum tahu menggunakan peluru apa, kalau bom smoke pasti ada asap, kalo gas air mata juga pasti, tadi pas letusan pecah tidak ada asap,” ungkapnya.
Polisi melakukan penembakan ketika mahasiswa hendak bergegas pulang, dan situasi saat itu tengan kondusif. Polisi diketahui sempat berdiam sejenak di depan kampus
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer