SuaraJabar.id - Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati menutup sementara layanan mulai Sabtu (17/10/2020) mulai pukul 14.00 WIB hingga Minggu (18/10/2020) pukul 08.00 WIB.
Penutupan sementara ini dikarenakan ada delapan tenaga kesehatan (Nakes) di RSD Gunung Jati yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Layanan yang ditutup hingga Minggu pagi di antaranya pelayanan IGD Terpadu, Penerimaan Pasien Rawat Inap, Klinik Sakura, dan Pemeriksaan PCR.
"Penyebabnya, karena ada delapan orang petugas kami terkonfirmasi positif Covid-19," kata Dr. Ismail Jamaludin, Direktur RSD Gunung Jati, saat dihubungi melelaui telepon selulernya, Sabtu (17/10/2020)
Dengan adanya temuan tersebut, tim Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Cirebon langsung melakukan pelacakan kontak erat terhadap pegawai yang terpapar.
"Penutupan sementara ini, sesuai dengan surat pengumuman nomor: 445/1071-Wndir IJK, penutupan sementara ini berlaku untuk pelayanan IGD Terpadu, Penerimaan Pasien Rawat Inap, Klinik Sakura, dan Pemeriksaan PCR," katanya.
Selain dilakukan pelacakan terhadap kontak erat para pegawai yang terpapar Covid-19, pihak RSD Gunung Jati Kota Cirebon melakukan sterilisasi pada setiap raung pelayanan.
"Dari hari ini sampe besok, semua sudut ruangan pelayanan kami sterilisasi dengan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan," jelasnya.
Kedelapan petugas nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, saat ini sudah menjalani perawatan di ruang isolasi RSD Gunung Jati Kota Cirebon.
Baca Juga: 117 Orang Pasien Positif Corona di Lingkungan KPK Dinyatakan Sembuh
"Kedelapannya, sudah menjalani perawatan di ruang isolasi. Kami juga masih melakukan pelacakan terhadap siapa saja," tandasnya.
Kontributor : Abdul Rohman
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar
-
Bisnis Kebencian: Resbob Dituntut 2,6 Tahun Penjara Usai 'Jual' Isu SARA Demi Saweran
-
5 Fakta Miris di Balik Polemik Pembangunan Gedung MUI Sukabumi yang Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Demi Capai Inklusi Keuangan Masyarakat, Holding Ultra Mikro BRI Makin Solid
-
Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Disegel: Kontraktor Klaim Belum Dibayar, MUI Sebut Sudah Lunas