SuaraJabar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan sinyal lampu kuning pada masyarakat terkait tingginya tingkat penyebaran Covid-19 di wilayah mereka. Pemkot meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menungungkapkan saat ini positve rate atau tingkat penyebaran Covid-19 berada di angka 7.02.
“Saat ini positive rate kita cukup tinggi, kurang terkendali. Seharusnya tidak boleh lebih dari 5, saat ini sudah warna kuning, sehingga harus berhati-hati,” ungkapnya kepada wartawan usai rapat koordiansi Tim Gugus Tugas di Balai Kota Bandung, Rabu (11/11/2020)
Ema mengungkapkan, tingginya angka positive rate tersebut diakibatkan masih tingginya mobilitas masyarakat baik di pusat-pusat perbelanjaan, di perkantoran dan lainnya. Tingginya angka penyebaran ini akan berimbas pada kemungkinan adanya klaster keluarga.
“Ini disebabkan mobilitas masyarakat cukup tinggi, yang perlu diwaspadai akan berimbas ke klaster keluarga.
Kalau tidak disiplin jangan-jangan menjadi carrier,” ungkapnya.
Meski tingkat penyebaran cukup tinggi, Ema mengatakan saat ini tingkat reproduksi di Kota Bandung menurun. Dari bulan sebelumnya yang mencapai 0.92 turun menjadi 0.82.
Sementara untuk tingkat kesembuhan di kota Bandung menurutnya cukup baik, mencapai angka seribuan perhari. Untuk kasus positif aktif saat ini di angka 258.
Untuk tingkat kematian akibat Covid-19 ada penambahan 31 kasus sehingga total 95 kasus meninggal.
“Rata-rata meninggal akibat usia, dan disebabkan oleh adanya penyakit penyerta,” ungkapnya.
Kontributor : Emi La Palau
Baca Juga: Duh! Ada yang Meninggal Karena Covid-19, Kelurahan di Semarang Ditutup
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Tambang Ditutup 7 Bulan, Bupati Bogor Minta Dedi Mulyadi Beri Kepastian Warga
-
Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot