SuaraJabar.id - Di Jalan Asia-Afrika Kota Bandung, berdiri kokoh sebuah bangunan penuh sejarah yang sejak dulu hingga kini berfungsi sebagai hotel.
Savoy Homann merupakan hotel yang pertama kali berdiri di Kota bandung. Berbagai literatur menyebut hotel ini mulai beroperasi sejak 1871.
Sejak saat itu hingga saat ini, Hotel Savoy Homann masih menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke Bandung.
Banyak sekali tulisan tentang Hotel Savoy Homann menyebutkan majunya hotel legendaris di pusat Kota Bandung itu akibat pengelolaan tangan dingin pemiliknya, Nyonya Homann.
Buku Gids voor Bandoeng (terbit tahun 1908) dan Boekoe Penoendjoek djalan boeat plesiran di kota Bandoeng dan daerahnja yang terbit setelahnya, misalnya, menyebutkan kemajuan Hotel Homann tak lepas dari ”baiknja perawatan jang terpegang oleh directrice jaitoe njonja Homann.”
Namun siapa Nyonya Homann, sulit sekali melacak jejaknya. Penelusuran terhadap koran-koran lama di situs delpher sedikit sekali membuahkan hasil. Pencarian dengan kata kunci Homann atau Mevrouw Homann misalnya, lebih banyak menghasilkan lema tentang advertensi hotel itu. Ada juga informasi tentang pembagian dividen dan pertunjukan musik.
Sementara informasi mengenai personal pengelolanya alias Nyonya Homann hampir nihil. Disebut hampir karena sebetulnya ada juga, meski serba sedikit. Ada misalnya iklan keluarga mengenai pernikahan A Homann dengan J van Hogezand.
Informasi yang agak panjang tentang Nyonya Homann muncul berupa obituari di koran Bataviaash Nieuwsblad terbitan 24 Maret 1917 dan di De Preanger-bode terbitan 26 Maret 1917. Dari informasi yang tersebar-sebar itulah disusun riwayat hidup singkat Nyonya Homann berikut ini.
Nyonya Homann terlahir dengan nama Jacoba van Hogezand di Batavia (Jakarta) pada 18 Maret 1838. Tidak disebutkan siapa nama kedua orang tuanya. Pada umur 18 tahun atau tahun 1856, Jacoba menikah dengan Van Gent, seorang kapten infanteri di ketentaraan Hindia Belanda. Pasangan itu menetap di Semarang dan dikaruniai dua orang anak laki-laki.
Baca Juga: Bersihkan Radio Malabar, Anji Manji Malah Dituding Bikin Kerusakan
Nyonya Homann Menjanda Dua Kali
Pada 1871, saat usianya 33 tahun, Nyonya Homann terpaksa harus hidup menjanda lantaran suaminya meninggal dunia. Dalam obituari berjudul ”Mevrouw Homann” di kedua koran di atas disebutkan bahwa setelah ditinggal suaminya, Nyonya Homann kembali ke Batavia dan tak lama kemudian pindah ke Bandung.
Ditinggal dengan uang pensiun kecil dan harus menanggung kehidupan kedua anaknya yang masih kecil, Nyonya Homann membangun penginapan sederhana (commensaen-huis) di Katja-katja Wetan, tak jauh dari Simpang Lima (orang Bandung menyebutnya Parapatan Lima).
Saat itu, bisnis pesanggrahan memang tengah berkembang di Bandung seiring dengan semakin ramainya perjalanan orang melalui Jalan Raya Pos (Grote Postweg). Pesanggarahan-pesanggrahan umumnya dibangun di sekitar pos-pos penggantian kuda.
Hotel Preanger misalnya, didirikan di bekas pesanggrahan yang dibangun alakadarnya. Demikian sederhananya bangunannya sehingga mereka yang menginap di pesanggrahan itu harus rela tidur berdesak-desakan.
Dalam kedua koran itu juga disebutkan bahwa di Bandung inilah Jacoba berkenalan dengan A Homann, seorang pengusaha kaya di Padalarang. Pernikahan keduanya selanjutnya menjadi kombinasi yang sangat bagus lantaran dengan demikian Hotel Homann bisa dipindahkan lebih ke pusat kota, ke tempatnya sekarang di Jalan Asia Afrika 112, sekaligus lebih dekat ke pos penggantian kuda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol