SuaraJabar.id - Klub peserta kompetisi kasta tertinggi Liga 1 2020 banyak yang harus putar otak menghadapi minimnya pemasukan akibat liga yang ditangguhkan. Tak terkecuali Persib Bandung.
Meski PSSI telah mengizinkan tim peserta Liga untuk memotong gaji pemain, pelatih, dan ofisial tim hingga 25%, kondisi tersebut masuk cukup berat bagi tim karena tidak adanya pemasukan utama baik dari penjualan tiket hingga hak siar pertandingan.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar mengatakan, demi menutupi finansial skuat Maung Bandung, Direktur Utama PT PBB, Glenn T. Sugita harus merogoh kocek pribadi untuk menutupi finansial klub.
"Persib kemungkinan tidak ada masalah, dan ada bantuan dari pribadi pak Glenn (Direktur Utama Persib) sendiri," kata Umuh.
Umuh tak menampik, sejak Liga 1 2020 ditangguhkan akibat kasus covid-19 yang belum teratasi di Indonesia, pendapatan Maung Bandung langsung rontok. Imbas lainnya, para sponsor pun akhirnya menahan diri untuk mengucurkan anggaran lantaran tidak ada pertandingan resmi.
"Sudah jelas kalau dari sponsor berkurang, karena sponsor juga mungkin merasa bahwa tidak ada untungnya, jadi semua agak direm. Akhirnya, pak Glenn sendiri yang cari solusi bagaimana agar tetap kondusif dan aman untuk Persib," ungkap Umuh.
Mengenai subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang akan dicairkan pada Februari 2021, Umuh enggan banyak berkomentar. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan ranah manajemen.
Di sisi lain, tim asuhan Robert Alberts itu tengah diliburkan dari aktivitas latihan kolektif selama dua bulan ke depan. Jatah libur panjang ini diberikan lantaran belum ada kepastian liga 1 2020 bisa segera bangkit di tengah pandemi covid-19. Rencananya skuat Pangeran Biru akan kembali berkumpul untuk memulai latihan pada Januari 2021.
"Untuk sampai 2021 karena masih ada beberapa yang terikat kontrak," ujarnya.
Baca Juga: Ke Dokter Gigi Saat Pandemi, Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Dipatuhi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Kontroversi Ibu Tiri Tersangka Kematian NS yang Masih Jadi Pegawai Kemenag di Sukabumi