SuaraJabar.id - Menjelang Jumat (1/1/2021) dini hari, jalur menuju Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, kembali dibuka normal dari kedua arah yang sebelumnya ditutup sebagai upaya memutus antrian dan membatasi volume kendaraan menjelang malam pergantian tahun di kawasan tersebut yang dapat menyebabkan kerumunan.
Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai di Cianjur Jumat, mengatakan sejak pagi hingga malam hari penyekatan dan pemeriksaan surat keterangan bebas COVID-19 antigen gencar dilakukan di sejumlah chek point di sepanjang jalur utama Puncak-Cianjur.
"Bahkan sebelum jalur menuju Puncak-Cipanas ditutup tepat pukul 18.00 WIB, petugas gabungan memulangkan ratusan kendaraan pendatang karena tidak mengantongi surat bebas COVID-19 antigen, bahkan larangan bagi warga untuk merayakan malam tahun baru di luar rumah, cukup maksimal diterapkan," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Hingga dini hari volume kendaraan yang melintas di Jalur utama Puncak hingga Cianjur sepi, padahal biasa setiap akir tahun mengalami antrian hingga macet total.
Sehingga menjelang dini hari, jalur utama yang sempat ditutup selama delapan jam sebagai upaya antisipasi meningkatnya volume kendaraan menjelang malam pergantian tahun, kembali dibuka normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah mulai dari Cianjur ke Bogor atau sebaliknya.
"Namun siang nanti, kita akan lihat situasi kalau volume kendaraan meningkat, maka akan diberlakukan sejumlah rekayasa arus di sepanjang jalur yang sama. Kemungkinan penyekatan dan pemberlakuan sistem satu arah akan diterapkan, namun sifatnya situasional," katanya.
Sementara hingga malam pergantian tahun, tidak terlihat kerumunan masa mulai dari kawasan Puncak hingga tengah kota Cianjur. Namun bunyi kembang api dan petasan saat detik menjelang pergantian tahun, sempat terdengar di sejumlah titik, namun tidak seramai pada pergantian tahun sebelumnya.
"Sebagian besar warga mematuhi larangan untuk tidak menggelar acara pada malam pergantian tahun yang dapat mengundang kerumunan atau keramaian. Berbagai upaya yang dilakukan petugas gabungan sangat maksimal, sehingga harapan kami tidak ada klaster baru setelah tahun baru," katanya.
Baca Juga: Jalur Puncak Bogor Ditutup Total, Pengendara Motor Dipaksa Putar Balik
Berita Terkait
-
Apes Gara-gara Medsos, Edinson Cavani Kena Skors dan Denda Rp 1,9 Milar
-
Masih Ada Kembang Api Saat Pergantian Tahun, Begini Kata Wagub DKI
-
Patroli Malam Tahun Baru, Muspida Kota Bogor Bubarkan Kerumunan Warga
-
Nongkrong Malam Tahun Baru, Warga Lari Tunggang Langgang Dibubarkan Polisi
-
Tak Seperti Tahun Sebelumnya, Malam Pergantian Tahun di Surabaya Sepi
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun