Tiba di Desa Majakerta, mereka melihat sekelompok warga yang tengah memasak di depan balai desa. Mereka tidak menggunakan kompor sebagaimana umumnya, namun menggunakan gas yang keluar dari dalam tanah.
Akhirnya, mereka pun menyimpulkan bahwa api yang dimaksud Presiden Soekarno adalah api yang ada di Desa Majakerta ini.
Adapun nama Karangmayu adalah singkatan dari Karangampel dan Indramayu, karena letak Desa Majakerta berada di antara dua daerah tersebut. Tim khusus tersebut langsung kembali ke Jakarta untuk melaporkan temuannya.
Presiden Soekarno membenarkan bahwa api alam yang dimaksud adalah gas yang menyembur keluar dari dalam tanah yang berada di Desa Majakerta, Indramayu. Akhirnya, lokasi tempat keluarnya semburan gas tersebut dipugar.
Tanggal 9 Agustus 1962, api abadi menjadi saksi bisu dalam sejarah Indonesia, dimana saat itu Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962.
Menjelang pembukaan, masing-masing perwakilan dari negara lain, datang ke Majakerta, untuk mengambil api dari api abadi tersebut, untuk dijadikan obor.
Kemudian, obor tersebut diarak menuju Jakarta.
"Pada saat itu masyarakat sangat antusias dan rela menunggu di pinggir jalan, untuk menyaksikan langsung acara penyerahan obor api abadi di Desa Majakerta," ujarnya.
Menurutnya, selain Asian Games 1962, api abadi juga digunakan dalam beberapa acara, seperti acara Angkatan Udara di Kalijati Kabupaten Subang tahun 1972.
Baca Juga: Tiga Desa di Indramayu Terendam Banjir hingga 60 Centimeter
Mereka mengambil api untuk menyalakan obor dari api abadi Desa Majakerta. Dan terakhir, digunakan dalam PON ke 19 Jawa Barat pada tahun 2016.
Sayangnya, Tugu Api Abadi yang penuh sejarah ini, terancam hilang, karena wilayah Desa Majakerta akan dibangun proyek Petrochemical Complex. Menyikapi hal tersebut, masyarakat pun mengajukan petisi bernama Petisi Suara Rakyat.(TimesIndonesia.co.id)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
MBG Hadirkan Pekerjaan dengan Pendapatan Layak untuk Warga Lokal
-
7 Fakta Kelam Kasus Rudapaksa Karawang: Saat Rasa Percaya Berujung Trauma Mendalam
-
Aksi 'Kucing-kucingan' Truk Sumbu 3 di Sukabumi: 75 Armada Terjaring Penyekatan Saat Arus Balik
-
Lautan Manusia di Pangandaran: 250 Wisatawan Terpisah dari Keluarga hingga Teror Kehilangan Barang
-
Darah di Balik Botol Intisari: Cekcok 'Kurang Bayar' Berujung Maut di Lingkar Selatan Sukabumi