Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 02 Februari 2021 | 09:26 WIB
Wisatawan tengah menikmati atraksi wisata budaya di Wisata Lembang Parkir and Zoo. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) babak belur sepanjang pandemi Covid-19. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) KBB, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2020 anjlok hingga 40 persen.

Padahal tahun lalu Disbupar KBB menargetkan jumlah kunjungan ke objek wisata di Bandung Barat mencapai 7 juta orang. Namin realisasinya hanya sekitar 4 jutaan yang berkunjung.

“Pengaruhnya lebih karena Covid-19,” kata Kepala Bidang Pariwisata pada Disparbud KBB, David Oot kepada Suara.com, Selasa (2/2/2021).

David mengatakan, angka wisatawan yang tercatat selama 2020 adalah mereka yang berkunjung ke-78 destinasi wisata. Tersebar di Kecamatan Cisarua, Lembang, Parongpong, Padalarang, Cipatat, Cililin, Rongga, Gununghalu, Saguling, Cikalongwetan, Batujajar, dan Cipeundeuy.

"Paling banyak destinasi wisata di Lembang ada 43 tempat," ujarnya.

Seperti diketahui, sejak munculnya wabah Covid-19 tahun lalu pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Dari mulai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang membuat objek wisata sempat diwajibkan ditutup selama beberapa bulan.

Kebijakan tersebut otomatis objek wisata sempat mengalami nol kunjungan selama beberapa bulan. Kemudian setelah dibuka dengan protocol kesehatan Covid-19, pengunjung lantas tidak pulih seperti sebelumnya karena memang ada aturan pembatasan kapasitas.

Kemudian, minat orang untuk berwisata juga menurun akibat kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Sehingga meski objek wisata telah kembali beroperasi tapi angka kunjungan masih minim. Termasuk di wilayah Lembang yang menjadi destinasi favorit.

Keterpurukan objek wisata masih berlanjut awal tahun ini seiring adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), di mana kunjungan hanya sekitar 20% dari carrying capacity yang diperbolehkan 50%.

Baca Juga: Komisi IX: Semua Daerah di Jawa-Bali Harus Ikut PPKM dan Melibatkan Ormas

Manajer Operasional Objek Wisata Lembang Park and Zoo (LPZ), Iwan Susanto mengakui, penurunan jumlah pengunjung semakin dirasakan saat ini, ketika adanya kebijakan PPKM. Khususny di objek wisata yang dikelolanya, penurunannya bisa mencapai 50-70 persen.

"Kunjungan turun drastis, bisa antara 50-70% turunnya. Apalagi selama PPKM yang sudah berjalan tiga minggu ini," katanya.

Iwan menyebutkan, selama PPKM pihaknya tetap membuka kunjungan wisatawan karena memang tidak ada instruksi untuk tutup. Namun angka kedatangan wisatawan sangat jauh turunnya. Seperti saat weekday biasanya ada 1.000 pengunjung kini hanya sekitar 300 orang.

Begitupun ketika weekend yang biasanya wisatawan ramai dengan kunjungan mencapai 2.000, pada Sabtu (30/1/2021) ini hanya ada 1.000 pengunjung. Jumlah itu bahkan masih jauh di bawah aturan carrying capacity yang diperbolehkan oleh pemerintah yakni 50% dari daya tampung tempat wisata. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Load More