SuaraJabar.id - Sebuah unggahan mengungkapkan banyaknya bangkai kucing yang tersebar di jalanan. Puluhan kucing mati itu menghebohkann publik sosial media dan menuai perhatian para pecinta binatang.
Kucing-kucing mati itu diperkirakan mencapai 20an ekor. Bangkai hewan malang itu dibungkus di dalam plastik dan dibuang begitu saja di jalanan.
Kabar tersebut dibagikan oleh akun oleh Instagram @feeder_cat_banjarmasin pada Sabtu (6/2/2021).
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa penemuan kucing mati tersebut ada di Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Belum diketahui penyebab banyaknya kucing mati di jalanan itu, tapi kondisi bangkai yang sudah membusuk cukup menyita perhatian.
"Pas street feeding bersama @noona_nindia @silviarsyda__ di jalan Tol Ukhuwah ditemukan beberapa mayat kucing yang terbungkus plastik dan sudah membusuk di pinggir jalan. Kita tidak tahu sebabnya apa," tulis pengunggah seperti dikutip Suara.com.
Kendati dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), tapi bangkai-bangkai kucing yang terbungkus plastik itu tercecer di jalanan.
Ternyata, setelah dibuka, isi bungkusan plastik-plastik tersebut berisi kucing-kucing yang tidak lagi bernyawa.
Kekinian dikabarkan bahwa puluhan kucing tersebut sudah dikuburkan. Hal itu dikabarkan pula oleh akun @feeder_cat_banjarmasin dengan membagikan video penguburan.
Baca Juga: Trauma Gempa, Kucing di Majene Muntah-muntah dan Diare
Kucing-kucing tersebut dilepas dari plastik lalu diletakkan di tanah yang sudah digali. Seusai ditutup selembar kain hitam, kucing tersebut lantas ditutup lagi dengan tanah.
Lebih lanjut, akun itu membagikan ulang cerita Instagram akun @noona_nindia yang juga menjadi saksi penemuan kucing-kucing bernasib tak baik tersebut.
Kata dia, semua tidak ada yang peduli pada mayat-mayat kucing itu sampai mereka tidak beranjak lama dari sana. Orang-orang mulai bertanya apa isi bungkusan tersebut.
Kemudian dia membantah spekulasi yang banyak beredar bahwa kepala kucing sudah dipenggal saat dibunuh. Sebagai seorang yang membua bungkusan plastik, dia mengatakan, tidak ada satu pun tubuh kucing yang hilang.
"Dan tidak ada satu pun bagian tubuh kucing tersebut hilang. Semua bagian tubuh utuh," tegasnya menerangkan.
Kabar tentang adanya puluhan kucing mati di dalam bungkusan plastik dan dibuang di jalan raya tersebut menuai berbagai komentar.
Berita Terkait
-
Lihat Kucing Mati di Jalan, Respons Polantas di Sumut Ini Menuai Pujian
-
Heboh 20 Kucing Mati Terbungkus Plastik di Tepi Jalan, Kondisinya Miris
-
Viral Tukang Bubur Disambut Kucing Liar, Warganet: Kucing Bawa Rezeki
-
Posting Foto Kucing, Model Ini Malah Dihujat Habis-habisan
-
Trauma Gempa, Kucing di Majene Muntah-muntah dan Diare
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dipicu Semak Kering dan Angin, Lahan Perbukitan Desa Pasirbaru Cisolok Hangus Terbakar
-
Sikapi Polemik Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Menko Yusril Minta Polda Jabar Gencarkan Patroli
-
Bukan Pakai APBD, KDM Pastikan Uang Sayembara Begal Rp10 Juta Murni dari Kocek Pribadi
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan