Wakos Reza Gautama
Kamis, 12 Maret 2026 | 16:44 WIB
Ilustrasi Masjid Raudhatul Irfan. Sebanyak 14 masjid di Sukabumi dan 341 masjid di seluruh Jabar bisa dijadikan tempat istirahat bagi pemudik. [ X @raudhatul_irfan]
Baca 10 detik
  • Kemenag Jawa Barat meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik 2026 untuk 341 masjid dari 11 hingga 29 Maret.
  • Program ini bertujuan memberi fasilitas nyaman bagi pemudik, meliputi standar keamanan, kebersihan, dan sarana pengisian daya.
  • Sebanyak 14 masjid di Kota dan Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebagai lokasi singgah resmi dalam program tersebut.

SuaraJabar.id - Perjalanan mudik sering kali melelahkan. Di tengah padatnya arus kendaraan dan perjalanan jauh menuju kampung halaman, para pemudik kini memiliki tempat singgah yang lebih nyaman yakni masjid.

Di berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Sukabumi, ratusan masjid disiapkan untuk menjadi tempat istirahat bagi para pemudik selama musim mudik Lebaran 2026.

Program tersebut digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat melalui program Masjid Ramah Pemudik 2026.

Melalui program ini, sebanyak 341 masjid di seluruh Jawa Barat akan dibuka sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang sedang menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman.

Masjid-masjid tersebut dapat dimanfaatkan mulai 11 Maret hingga 29 Maret 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan kenyamanan sekaligus fasilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Penyampaian program tersebut dilakukan saat kegiatan di Markas Polda Jawa Barat.

Menurut Dudu, program Masjid Ramah Pemudik merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang panduan ibadah Ramadan, Hari Raya Idulfitri 1447 H, sekaligus pelayanan bagi pemudik di masjid.

Namun, tidak semua masjid dapat langsung masuk dalam program ini. Ada sejumlah standar fasilitas dan pelayanan yang harus dipenuhi agar masjid benar-benar nyaman bagi para pemudik.

Baca Juga: Viral Ngamuk Bawa Kapak di Cicurug, Pria Diduga Peleceh Penumpang Angkot Dibekuk Polisi

Beberapa syarat tersebut antara lain lingkungan masjid yang aman, area parkir yang memadai, toilet yang bersih, serta ketersediaan air wudu yang cukup.

Selain itu, masjid yang tergabung dalam program ini juga diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai (charging station) bagi perangkat elektronik para pemudik.

“Selain itu juga harus ada tempat ibadah yang nyaman, area beristirahat yang layak bagi pemudik, pusat informasi yang mudah diakses, hingga penyediaan air minum atau makanan ringan,” ujar Dudu dalam keterangannya.

Untuk memastikan pelayanan berjalan baik, posko pemudik di masjid-masjid tersebut akan dikelola oleh berbagai unsur.

Mulai dari pengurus DKM dan remaja masjid, penyuluh agama, pegawai Kementerian Agama, guru madrasah dan Pramuka Madrasah (Saka Amal Bakti), hingga organisasi kemasyarakatan Islam dan perangkat Kantor Urusan Agama (KUA).

Dengan adanya program ini, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan dan tempat beristirahat bagi para pemudik yang sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Load More