Wakos Reza Gautama
Kamis, 12 Maret 2026 | 13:46 WIB
pria ngamuk bawa kapak di Cicurug, Sukabumi. [sukabumiupdate/ist]
Baca 10 detik
  • Seorang pria tak dikenal mengamuk membawa kampak di Cicurug, Sukabumi, pada Rabu (11/3/2026) pagi.
  • Insiden ini dipicu dugaan pelecehan seksual terhadap korban berinisial ILP di dalam angkot 09.
  • Pelaku kabur setelah mengancam warga dengan senjata tajam; kasus ditangani Polsek Parungkuda dan Cicurug.

SuaraJabar.id - Suasana pagi yang biasanya ramai di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah tegang pada Rabu (11/3/2026).

Seorang pria tak dikenal tiba-tiba mengamuk di depan umum sambil membawa senjata tajam jenis kampak, membuat warga panik dan berhamburan.

Peristiwa itu diduga dipicu oleh aksi pelecehan yang sebelumnya terjadi di dalam angkot 09 jurusan Cibadak–Cicurug.

Korban, seorang perempuan berinisial ILP (24), mengalami kejadian tak menyenangkan saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat angkot melintas di kawasan Sundawenang, Parungkuda, seorang pria yang berada di kendaraan yang sama diduga melakukan tindakan pelecehan terhadapnya. Hal tersebut diungkapkan oleh suami korban, Muhammad Ikbal (29).

“Awalnya istri saya berangkat kerja naik angkot dari Cibadak ke Cicurug. Di dalam angkot itu ada seorang pria yang melakukan pelecehan dua kali. Kejadiannya di sekitar Sundawenang, Parungkuda,” ujar Ikbal.

Menurutnya, pria tersebut semula duduk berseberangan dengan korban. Namun situasi berubah ketika ILP mulai merasa tidak nyaman dengan perilaku pelaku.

Korban pun mencoba menghindar dengan pindah tempat duduk ke bagian belakang angkot. Sayangnya, upaya itu tidak menghentikan tindakan pria tersebut.

“Istri saya sudah merasa risih lalu pindah ke belakang, tapi pria itu ikut lagi dan mencoba melakukan hal yang sama. Akhirnya istri saya menegur dan sempat terjadi adu cekcok di dalam angkot,” ungkap Ikbal.

Baca Juga: Berburu Ikan di Malam Hari, Pemuda Sukabumi Ditemukan Tewas Tenggelam di Pantai Cibuaya

Ketegangan di dalam kendaraan semakin memuncak ketika pria tersebut memotret korban tanpa izin. ILP yang merasa dilecehkan kemudian menuntut agar foto tersebut segera dihapus.

Cekcok berlanjut hingga angkot berhenti di depan sebuah toko di wilayah Kelurahan Cicurug. Namun situasi justru semakin memanas setelah keduanya turun dari angkot.

Pelaku yang tidak terima ditegur mendadak berubah agresif. Di tengah keramaian warga, pria itu mengeluarkan kampak dari balik pakaiannya dan mulai mengamuk.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung panik. Beberapa orang mencoba melerai, namun justru hampir menjadi sasaran ayunan senjata tajam tersebut.

“Warga yang ada di sekitar membantu istri saya karena situasinya sudah ramai. Tiba-tiba pria itu mengeluarkan kampak,” kata Ikbal.

Menurutnya, pelaku sempat mengayunkan kampak ke arah sekitar. Beruntung, korban berhasil menghindar dari serangan tersebut.

Load More