- Kepala SPPG Lembursitu 2 Tanggapi pengakuan mantan akuntan yang menuduh adanya korupsi
- Ada kesalahpahaman serta kurangnya komunikasi antara akuntan dengan tim dapur
- Tambahan pangan dilakukan untuk menutup kekurangan bahan pangan yang dibutuhkan pada hari itu
SuaraJabar.id - Pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembursitu 2 akhirnya angkat bicara terkait video viral di media sosial yang menuding adanya dugaan korupsi dalam pengadaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur SPPG Lembursitu 2 berlokasi di Jalan Pelabuhan II, Kampung Salakaso, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
Dalam video yang beredar, seorang perempuan yang mengaku sebagai mantan akuntan dapur MBG menuding adanya dugaan manipulasi dalam pengadaan bahan pangan, khususnya beras.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala SPPG Lembursitu 2, Fikri Febriansyah, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi sebenarnya dipicu oleh kesalahpahaman serta kurangnya komunikasi antara akuntan dengan tim dapur, termasuk ahli gizi.
Menurut Fikri, pada hari yang dipermasalahkan memang terjadi kekurangan sejumlah bahan makanan. Kondisi itu membuat pihak dapur harus segera melakukan pembelian tambahan pada dini hari agar proses penyediaan makanan tetap berjalan.
“Awalnya ini terjadi miss komunikasi antara akuntan dengan ahli gizi, juga tidak ada laporan. Saat itu memang ada kekurangan beras, ayam, dan buah. Karena terjadi pada dini hari, kami harus segera membeli tambahan langsung ke koperasi agar kebutuhan dapur bisa terpenuhi,” ujarnya saat ditemui sukabumiupdate.com, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, pembelian tambahan tersebut dilakukan untuk menutup kekurangan bahan pangan yang dibutuhkan pada hari itu.
Fikri menyebutkan tambahan beras yang dibeli mencapai sekitar tiga karung atau sekitar 75 kilogram, sementara tambahan ayam sekitar 40 kilogram.
Fikri juga memaparkan bahwa setiap bahan makanan yang datang ke dapur selalu melalui proses penyortiran terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya layak digunakan. Dalam beberapa kasus, ditemukan bahan yang rusak atau tidak sesuai standar sehingga harus segera diganti.
Baca Juga: Mantan Akuntan Bongkar "Permainan" Pengadaan Beras Program MBG di Sukabumi: Data Dimanipulasi
“Biasanya barang datang sesuai dengan PO awal, tapi setelah disortir ada yang rusak atau busuk, termasuk beras. Karena itu kami harus segera mencari pengganti di dini hari dan kembali memesan ke koperasi. Saat proses pemesanan tambahan itu, akuntan sedang sakit dan tidak berada di dapur,” jelasnya.
Setelah video pengakuan mantan akuntan tersebut viral, pihak SPPG Lembursitu 2 langsung melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan guna membahas persoalan yang terjadi.
“Saya langsung menghubungi akuntan yang bersangkutan untuk berdiskusi dan melakukan pengecekan bersama, karena memang ada penambahan bahan pada hari tersebut,” kata Fikri.
Terkait isu pemecatan yang turut beredar di media sosial, Fikri menegaskan bahwa tidak ada pemecatan. Menurutnya, yang terjadi adalah pengalihan tugas setelah dilakukan pembicaraan dengan pihak terkait.
“Informasi pemecatan itu tidak benar. Yang ada adalah pengalihan tugas setelah kami berdiskusi dengan mitra. Dari awal sebenarnya sudah ada permintaan untuk dipindahkan. Kami juga menjelaskan bahwa hal itu terkait evaluasi, terutama soal penelitian data dan komunikasi yang dinilai masih kurang,” ujarnya.
Fikri menambahkan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi lanjutan dengan mantan akuntan tersebut guna memberikan klarifikasi terkait informasi yang berkembang di publik.
Tag
Berita Terkait
-
Mantan Akuntan Bongkar "Permainan" Pengadaan Beras Program MBG di Sukabumi: Data Dimanipulasi
-
Titik Krusial Bogor-Sukabumi Macet Total saat Lebaran, Cek Jalur Alternatifnya di Sini!
-
Bebas Tikus dan Kecoa! Standar Higienis Dapur Makan Bergizi Gratis Ditingkatkan Se-Indonesia
-
4 Tahun Dihantui Kekerasan, Mengapa Nyawa Nizam Tak Terselamatkan di Jampang Kulon?
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Bupati Tegaskan Karawang Anti Gay, Dedi Mulyadi Dorong Tindakan Nyata di Lapangan
-
Sikapi Pesta LGBT Karawang, Dedi Mulyadi Gagas Pembinaan di Barak Militer
-
Viral Pesta Gay di Karawang, Polda Jabar Tetapkan 3 Tersangka Terkait Video Cabul
-
Buntut Video 12 Detik Pria Berciuman, Polisi Geruduk Theater Night Mart Karawang
-
Unggul Cuma Semenit, Kemenangan Timnas Putri Indonesia Digagalkan Kamboja di Arcamanik