- Mantan akuntan SPPG Lembursitu 2 meminta maaf atas konten yang menuding adanya dugaan korupsi di SPPG tempatnya bekerja
- Konten itu sengaja dibuat karena adanya perselisihan dengan pihak mitra kerja
- Ia mengakui tidak ada korupsi hanya ada ketidaksinkronan data
SuaraJabar.id - Dela Shifa Fauziah, sosok yang sebelumnya viral di media sosial setelah mengungkap dugaan praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya menyampaikan klarifikasi.
Mantan akuntan SPPG Lembursitu 2, Kota Sukabumi, itu secara terbuka meminta maaf atas kegaduhan yang muncul setelah pernyataannya dalam sebuah konten podcast menjadi perbincangan publik.
Klarifikasi tersebut disampaikan Dela melalui rekaman video pada Rabu (11/3/2026). Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa informasi yang ia sampaikan sebelumnya belum sepenuhnya lengkap, sehingga memicu ketidaksinkronan data dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Dela Shifa Fauziah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi akibat konten podcast yang saya buat beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dela juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada sejumlah pihak yang turut terseret dalam polemik tersebut, di antaranya Badan Gizi Nasional serta Yayasan Ath-Tho-Mitra.
Ia menegaskan bahwa pembuatan konten podcast tersebut merupakan murni inisiatif pribadinya, tanpa adanya tekanan atau arahan dari pihak mana pun.
Dela menjelaskan, keputusan untuk mengunggah konten yang berisi dugaan manipulasi data tersebut dipicu oleh emosi sesaat setelah terjadi perselisihan dengan pihak mitra kerja.
“Karena saya terpancing emosi akibat kata-kata yang disampaikan oleh mitra kepada saya, dan saya merasa tidak terima dengan hal tersebut, akhirnya muncul ide untuk membuat podcast tersebut,” ungkapnya.
Terkait dugaan korupsi dalam pengadaan bahan baku yang sempat ia sampaikan, Dela juga memberikan penjelasan lebih lanjut. Setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi bersama, ditemukan adanya perbedaan antara data yang ia miliki dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Baca Juga: Mantan Akuntan Bongkar 'Manipulasi' Bahan Pangan MBG, SPPG Lembursitu Klarifikasi: Miskom
Menurutnya, terdapat penambahan bahan baku dari barang yang sebelumnya telah dipesan melalui purchase order (PO), namun penambahan tersebut belum tercatat dalam data yang ia pegang.
“Setelah dilakukan verifikasi bersama dengan melihat data faktur dan invoice yang ada, ternyata memang terdapat penambahan bahan baku dari barang yang sudah di-PO-kan, namun belum masuk dalam data yang saya miliki. Hal itu yang menyebabkan terjadinya ketidaksinkronan data,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab pribadi untuk meluruskan informasi yang telanjur menyebar luas di masyarakat.
Dela juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya untuk lebih bijak dalam menyikapi persoalan.
“Klarifikasi ini saya buat atas kemauan saya sendiri, tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun, karena saya merasa bertanggung jawab untuk meluruskan informasi yang telah beredar,” katanya.
Sebelumnya, video pengakuan Dela dalam sebuah podcast sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyebut adanya dugaan manipulasi dalam pengadaan bahan pangan, termasuk jumlah pembelian beras dan bahan baku lainnya di SPPG Lembursitu 2 yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II, Kota Sukabumi.
Berita Terkait
-
Mantan Akuntan Bongkar 'Manipulasi' Bahan Pangan MBG, SPPG Lembursitu Klarifikasi: Miskom
-
Mantan Akuntan Bongkar "Permainan" Pengadaan Beras Program MBG di Sukabumi: Data Dimanipulasi
-
Titik Krusial Bogor-Sukabumi Macet Total saat Lebaran, Cek Jalur Alternatifnya di Sini!
-
4 Tahun Dihantui Kekerasan, Mengapa Nyawa Nizam Tak Terselamatkan di Jampang Kulon?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan