- Aktivitas cosplayer hantu di Jalan Asia Afrika Bandung dihentikan sementara setelah Maret 2026 karena laporan tindakan asusila oknum.
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung melakukan evaluasi dan rapat koordinasi dengan komunitas cosplay terkait insiden tersebut.
- Cosplayer kini diizinkan kembali beraksi dengan syarat tidak memaksa foto, menjaga kesopanan, serta larangan pemerasan terhadap pengunjung.
SuaraJabar.id - Malam-malam di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, biasanya terasa berbeda. Di antara deretan bangunan bersejarah dan lampu jalan yang temaram, sosok-sosok “jurig” kerap muncul menyapa wisatawan.
Mereka adalah para cosplayer hantu, hiburan jalanan yang selama ini menjadi salah satu daya tarik unik di kawasan wisata ikonik Kota Kembang.
Banyak pengunjung sengaja datang untuk berfoto atau merekam video bersama karakter-karakter menyeramkan tersebut.
Namun beberapa hari terakhir, suasana di kawasan itu terasa tak biasa. Para “jurig” yang biasanya berkeliaran di sepanjang trotoar tiba-tiba menghilang.
Selama sekitar sepekan, Jalan Asia Afrika mendadak bersih dari keberadaan cosplayer yang selama ini menjadi bagian dari warna wisata malam Bandung. Belakangan diketahui, penghentian sementara itu bukan tanpa alasan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mengungkapkan, keputusan tersebut diambil setelah muncul laporan adanya oknum cosplayer yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap pengunjung.
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan insiden tersebut terjadi pada awal Maret 2026, sehingga pemerintah memutuskan menghentikan sementara aktivitas para cosplayer untuk dilakukan evaluasi.
“Setelah ada kejadian itu, kami bersama Satpol PP, Dishub, dan Camat Sumur Bandung bertemu dengan komunitas Cosplay Asia Afrika. Lalu disepakati pemberhentian sementara selama sepekan,” ujar Adi, Kamis (12/3/2026).
Selama masa penghentian itu, pemerintah melakukan serangkaian rapat koordinasi dengan komunitas cosplay yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Viral Video Dedi Mulyadi Bagi Program Tebus Murah Motor, Diskominfo Jabar: Rekayasa AI
Pertemuan berlangsung pada 3 Maret dan 10 Maret 2026, yang berujung pada kesepakatan baru antara pemerintah dan para pelaku hiburan jalanan tersebut.
Hasilnya, cosplayer kini kembali diperbolehkan tampil di kawasan Jalan Asia Afrika. Namun, ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi.
Dalam pertemuan terakhir pada 10 Maret 2026, setidaknya terdapat tiga kesepakatan penting antara Pemerintah Kota Bandung dan komunitas cosplay.
Pertama, para cosplayer tidak boleh memaksa pengunjung untuk berfoto atau meminta imbalan ketika sedang menghibur wisatawan.
Kedua, mereka wajib menjaga kesopanan dan tata krama terhadap masyarakat maupun wisatawan. Dan ketiga, cosplayer dilarang melakukan pemerasan atau tindakan yang membuat pengunjung merasa tidak nyaman.
“Pada prinsipnya, Pak Wali Kota ingin semua pihak bertanggung jawab menjaga kenyamanan dan keamanan warga maupun wisatawan,” kata Adi.
Berita Terkait
-
Viral Video Dedi Mulyadi Bagi Program Tebus Murah Motor, Diskominfo Jabar: Rekayasa AI
-
Stok BBM dan LPG Aman! Pemkot Banjar Siapkan 'Jalur Energi' Lancar untuk Mudik Lebaran 2026
-
Bocah 5 Tahun Hilang di Ciamis, Diduga Terseret Arus Saluran Air Mengejar Balon
-
Brace Andrew Jung dan Penalti Thom Haye Bawa Persib Bungkam Persik Kediri
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Tanpa Waktu Istirahat, Maung Bandung Langsung Alihkan Fokus ke Markas Melbourne Victory
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang