SuaraJabar.id - Kasus Covid-19 pertama di Indonesia diumumkan pada Selasa, 2 Maret 2020. Setahun ada di Indonesia, Covid-19 melahirkan beragam cerita pilu. Mulai dari cerita kehilangan orang tercinta yang meninggal setelah terpapar Covid-19 hingga yang kehilangan pekerjaan akibat penurunan ekonomi di masa pandemi.
Di Kota Cimahi, pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi sepanjang tahun 2020. Selain PHK, banyak juga pekerja yang dirumahkan.
Penyebabnya karena perusahaan tak kuasa menahan hantaman pandemi Covid-19, sehingga terpaksa harus memangkas dan merumahkan karyawannya.
Berdasarkan catanan Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, ada 12 perusahaan yang melakukan PHK terhadap 448 karyawannya. Sementara yang dirumahkan ada 4.083 orang dari total 17 perusahaan.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Kota Cimahi, Juperianto Marbun mengungkapkan, pandemi Covid-19 sangat memukul industri di Kota Cimahi sehingga terpaksa harus melakukan kebijakan merumahkan dan PHK terhadap pekerjanya.
"Di antaranya itu karena ketidaksanggupan perusahaan untuk membayar. Kemudian juga mungkin UMK," ungkap Juperianto saat ditemui, Rabu (3/3/2021).
Jumlah PHK kemudian bertambah awal tahun 2021. Dimana ada dua perusahaan yang melakukan PHK terhadap sekitar 109 karyawannya. Sehingga total jumlah PHK sejak tahun 2020 hingga Januari 2021 menjadi 557 orang.
"Totalnya dari tahun lalu sampai Januari 2021 ada 14 perusahaan. Penambahan yang di PHK ada 100 lebih," terang Juperianto.
Meski begitu, kata dia, awal tahun ini geliat industri di Kota Cimahi mulai penunjukan perbaikan. Sebab, banyak pekerja yang dirumahkan, kembali dipanggil kembali untuk bekerja.
Baca Juga: Setahun Corona: 5 Pernyataan Kontroversial Pejabat di Awal Pandemi
Dari total 4.083 orang yang dirumahkan sepanjang tahun 2020, awal tahun 2021 ini tersisa ada 1.389 orang.
"Kalau dilihat dari 2020 ke Januari ternyata alhamdulillah yang dirumahkan mulai dipekerjakan kembali. Artinya perusahaan sudah mulai bergerak, mulai ada pesanan produksi," ungkapnya.
Meski ada dihantam Covid-19 hingga merumahkan dan melakukan PHK, namun Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi belum menerima laporan adanya perusahaan yang gulung tikar sepanjang tahun lalu.
Pihaknya hanya menerima laporan adanya mengurangan dan pengaturan jam produksi.
"Ke depan untuk melihat kesungguhan perusahaan kami akan monitoring ke lapangan," tukasnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar
-
Isu PHK Massal Netflix, 800 Karyawan Mungkin Terdampak
-
DPR Minta Kemendagri Turun Tangan Usai PPPK di Tidore Terancam Dirumahkan
-
TikTok - Tokopedia Bantah Isu PHK Massal Pegawai Usai Bertemu DPR dan Menaker
-
Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor