SuaraJabar.id - Polisi berhasil mengungkap identitas terduga pelaku pembunuhan terhadap Mira Yuri (17), seorang remaja perempuan asal Bandung yang ditemukan tewas bersimbah darah di di Kamar 421 Hotel Lotus Garden Kota Kediri pada pekan lalu.
Pria yang diduga menghabisi nyawa Mira bernama Revi. Ia berasal dari Tuban, Jawa Timur.
Revi diduga menghabisi nyawa Mira Yuri di kamar 421 Hotel Lotus Garden Kota Kediri. Ia diringkus aparat gabungan dari Polres Kediri Kota dan Polres Kediri dari kamar kosnya di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (5/2/2021)
Berdasar keterangan dari Kepala Desa Kwadungan Abdul Khamid, Revi bukan asli warga setempat. Melainkan pendatang dari Tuban. Selama tiga bulan terakhir dia indekos di kos-kosan milik warga setempat berinisial Y.
"Saudara Revi ini tinggal bersama seorang perempuan. Informasinya istri nya," kata Abdul Khamid, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Jumat (05/03/2021).
Abdul khamid juga sudah mengecek kondisi kos-kosan terduga pelaku pembunuhan itu. Diakui Abdul Khamid, Y, selaku pemilik kos belum melaporkan penghuni baru tersebut.
Padahal, biasanya apabila menerima penghuni anyar, setiap pengusaha melapor ke lingkungan atau ke desa.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Kompol Kamsudi membenarkan adanya pengungkapan kasus pembunuhan terhadap M. Pihaknya akan menggelar jumpa pers siang ini.
Sebelumnya, M (17) asal Kota Bandung, Jawa Barat ditemukan tewas bersimbah darah di Kamar 421 Hotel Lotus Garden Kota Kediri, Minggu (28/2/2021) pukul 16.45 WIB lalu.
Baca Juga: Pembunuh Mira Yuri, Gadis Bandung di Hotel Kediri Diduga Pria Tuban
Wanita yang check in bersama pacarnya Derry tersebut menjadi korban pembunuhan dengan ditemukan tujuh luka tusukan dan dua luka sayatan benda tajam di tubuhnya.
Berita Terkait
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
Thom Haye Absen Lawan Madura, Persib Siapkan Skenario Alternatif
-
Main di GBLA, Federico Barba Pastikan Persib Bandung Siap Pertahankan Tren Positif
-
Alasan Layvin Kurzawa Belum Juga Tampil Bersama Persib Bandung di Super League
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Kontroversi Ibu Tiri Tersangka Kematian NS yang Masih Jadi Pegawai Kemenag di Sukabumi