Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 17 Maret 2021 | 14:06 WIB
ILUSTRASI. Seorang pemuda berinisial IS (32) (kedua kiri) menjalani perawatan terapi bersama pasien lainnya di tempat rehabilitasi gangguan jiwa Yayasan Jamrud, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (18/7). [ANTARA FOTO/Risky Andrianto]

"Jadi pengawasan orang tua harus lebih ketat. Bukan melarang, tapi membatasi," tegasnya.

Untuk memulihan anak yang sudah mengalami adiksi, ada beragam cara. Jika ekspresi emosinya sudah parah dan berisiko mencederai diri sendiri atau orang lain, ungkap Lina, biasanya diberikan medikasi untuk menekan agresifitas emosinya.

Kemudian peran orang orang tua dalam penyembuhan kecanduan game ini sangat diperlukan. Sebab jika penyembuhan secara medis dan mental dipadukan dengan peran orang tua, maka kesembuhan pun akan semakin besar.

"Kalau antara terapis dengan orang tua berjalan baik, pengalaman kami akhirnya bisa sembuh," terangnya.

Baca Juga: Anak Belasan Tahun Gila Kecanduan Game Online, Dirut RSJ Bilang Ini

Seperti diketahui, awal tahun 2021 ini ada 14 anak berusia 11-15 tahun yang mengalami adiksi game online sehingga terpaksa menjalani rawat jalan di RSJ Cisarua. Kemudian sepanjang tahun 2020 ada 98 anak yang mengalami hal serupa.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Load More