SuaraJabar.id - Kepala Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Agun Gumilar menyita perhatian publik karena paras wajahnya yang tampan.
Namun bukan ketampanan yang dijadikan pria berusia 26 tahun itu saat mengikuti Pilkades pada 2019 lalu. Ia memiliki modal visi dan misi yang jelas. Salah satunya memperbaiki layanan pada warga.
Agun yang sempat minder karena dinilai masih terlalu muda untuk memimpin Desa Cikalong. Namun dengan tekad yang kuat, ia berhasil membawa desanya ke arah yang lebih baik.
Salah satunya, Agun bersama warganya berhasil menyulap lahan nganggur jadi perkebunan jahe merah.
Di lahan 1,5 hektare milik Pemerintah Desa Cikalong ini kini ada sekitar 22 ribu batang jahe merah yang tumbuh. Rencananya, jahe tersebut akan dipanen Mei atau Juni mendatang.
Puluhan ribu jahe merah itu mulai dibudidayakan September 2020 di tengah pandemi Covid-19. Alasan pemilihannya pun lantaran khasiat tanaman herbal itu disebut bisa menambah daya tahan tubuh.
"Kita mulai tanam September 2020. Alasannya berkaitan sama penanganan Covid, katanya untuk ketahanan daya tubuh akhirnya komoditi yang dipilih jahe," jelas Kepala Desa Cikalong, Agun Gumilar kepada Suara.com, Senin (29/3/2021).
Kepala desa termuda dan yang memiliki paras tampan itu menjelaskan, budidaya jahe merah itu berawal dari adanya tanah desa sekitar 1,5 hektare di Kampung Cisahueun, RW 13, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, KBB yang tidak produktif.
Kemudian Pemdes Cikalong melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengajak kelompok tani Cisahueun Farm untuk bekerjasama menggarap lahan tersebut. Total ada sekitar 45 orang, namun yang aktif hanya sekitar 15 orang dari kelompok tani tersebut.
Baca Juga: Sikapi Bom Makassar, Kota Cimahi dan KBB Lakukan Hal Ini
"Awalnya ada wacana budidaya jagung tapi kurang daya jualnya. Akhirnya dipilih jahe yang lagi bagus," ujar Agun.
Menurut Agun, butuh modal besar untuk biaya tanam jahe di lahan tersebut. Ada sekitar 1 ton jahe yang saat itu dibeli untuk dibudidayakan para petani bersama BUMdes Cikalong. Dari total 1 ton itu akhirnya tumbuh 22 ribu batang.
Untuk membeli 1 ton jahe itu, modal yang dikeluarkan mencapai Rp 50 juta dimana per kilogramnya mencapai Rp 50 ribu. Modalnya merupakan hasil urunan dari Pemdes bersama kelompok tani.
"Kelompok tani kan punya uang kas juga. Jadi kita kerja sama," ucap Agun.
Rencananya jika sesuai harapan, budidaya jahe merah itu akan dipanen Mei atau Juni 2021. Untuk sasaran penjualannya pun sudah disiapkan, dan pastinya akan berdasarkan kesepakatan antara BUMdes dengan kelompok tani.
Sejauh ini ada salah satu perusahaan besar yang sudah siap menampung hasil panen tersebut. Namun jika ada harga pasar yang lebih bagus, opsi tersebut tak menutup kemungkinan untuk diambil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Cerita Warga Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu, Lebaran Perdana di Rumah Baru dari Pemerintah
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini
-
Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan