Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Sabtu, 10 April 2021 | 20:18 WIB
Ujang Rahmat (50 tahun) mengatur lalu lintas di perlintasan kereta api di di perlintasan Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat / [SuaraJabar.id / Ferry Bangkit Rizki]

Terlihat ia selalu mengulurkan tangannya ketika ada pengendara yang hendak memberinya sedikit rezeki untuk dibawa pulang. Ia tak melihat sedikit atau banyaknya, asalkan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan, Ujang sudah senang dan bersyukur.

Namun, ada saat dimana ia selalu menantikannya yakni awal bulan. Sebab, saat bulan muda ia kerap mendapat rezeki lebih dari pengendara yang lewat. Pengendara seperti 'royal' tetiba saat-saat itu.

"Kalau tanggal muda itu, suka banyak yang ngasih," tuturnya, sambil tersenyum bahagia.

Selagi masih kuat berdiri, Ujang akan tetap menjada pintu perlintasan liar tersebut. Bukan hanya soal mencari nafkah, namun ada ribuan bahkan ratusan nyawa yang setiap harinya lewat perlintasan tersebut.

Baca Juga: Bupati Aa Umbara dan Anaknya Ditahan KPK Selama 20 Hari

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Load More