SuaraJabar.id - Forum Peduli Bandung Utara (Forbat) mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan untuk mencopot pejabat Pemkab Bandung Barat yang terindikasi terlibat dalam praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Hal tersebut diutarakan Ketua Forbat, Suherman ketika melakukan aksi di Kantor Pemkab Bandung Barat pada Kamis (22/4/2021).
"Plt Bupati harus berani mengambil langkah dengan menonaktifkan para pejabat yang terindikasi korupsi," kata Suherman.
Seperti diketahui, aroma dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Bandung Barat mulai terkuak sejak Bupati Bandung Barat nonaktif, Aa Umbara Sutisna ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan Bansos Covid-19.
Berangkat dari kasus tersebut, kata Suherman, Hengky harusvsegera mengambil langkah cepat demi tercipta KBB yang bersih dari KKN.
"Kami menuntut bersihkan KBB dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)," kata Suherman.
Menurutnya, pemulihan birokrasi harus dilakukan usai terkuaknya kasus pengadaan Bansos Covid-19. Sampai saat ini dan hingga
beberapa waktu ke depan masih dilakukan kegiatan pemeriksaan oleh KPK terhadap pihak-pihak terkait lainnya.
"Itu menunjukkan jika masih ada persoalan persoalan di internal Pemda KBB yang ditinggalkan oleh bupati non aktif Aa Umbara Sutisna," sebutnya.
Suherman menilai, persoalan masa lalu yang sekira dapat berimplikasi hukum di masa yang akan datang dan mengganggu jalannya roda pemerintah harus diputus. Makanya evaluasi dan batalkan semua proyek tahun 2021 yang diduga telah terjadi praktik ijon.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Berpotensi Ganggu Jaringan Listrik, PLN Siapkan Ini
"Kami ingin ASN di KBB profesional dan proporsional, rotasi dan mutasi pejabat harus sesuai bidangnya bukan karena faktor kepentingan dan setoran," pungkasnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Noel Tak Terima Dituntut 5 Tahun, Eks Penyidik KPK: Pejabat Korup Seharusnya Dihukum Lebih Berat
-
Hengky Kurniawan Incar Jalur Haji Lewat Korea Selatan, Lebih Cepat dan Kuota Banyak
-
Agama Meyden Baru Terungkap usai Menikah, Siapa yang Pindah Keyakinan?
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit
-
Pengembang Properti Perkuat Konsep Kawasan Terpadu, Ini Strateginya
-
Jaro Ade : 417 Siswa SMP di Dramaga dan Petir Diduga Keracunan MBG
-
Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat