SuaraJabar.id - Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika M A Hasibuan mulai menempuh perjalanan menuju wilayah tempat nasabahnya menjalankan usaha. Jalan yang belum sepenuhnya beraspal menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika hujan membuat sejumlah ruas berubah menjadi medan berlumpur. Di beberapa titik, keterbatasan jaringan komunikasi juga menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Hasibuan. Sebagai Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Sumatera Utara, ia justru memilih untuk lebih dekat dengan masyarakat. Hampir dua tahun menjalankan tugas tersebut, ia rutin turun ke lapangan untuk menemui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melihat langsung kondisi usaha, mendengarkan persoalan yang dihadapi, serta memahami kebutuhan mereka.
Bagi Hasibuan, perjalanan menemui nasabah bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Di setiap kunjungan, ia menemukan cerita tentang masyarakat yang berusaha mempertahankan usahanya, pedagang yang ingin menambah modal, hingga keluarga yang menggantungkan penghidupan dari usaha yang dibangun dengan penuh ketekunan.
“Menjadi Kepala Unit BRI bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat,” ujar Hasibuan.
Menurut Hasibuan, kebutuhan pelaku usaha tidak selalu dapat terlihat dari dokumen atau angka dalam pengajuan pembiayaan. Dengan melihat langsung aktivitas usaha dan berdialog dengan nasabah, ia dapat memahami kondisi mereka secara lebih utuh sehingga pembiayaan maupun solusi yang diberikan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, ia berupaya membangun hubungan yang dekat dengan nasabah. Tidak hanya membahas kebutuhan modal, Hasibuan juga mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan.
Baginya, akses terhadap modal merupakan salah satu langkah awal untuk membantu UMKM berkembang. Ketika diberikan pada usaha yang tepat dan dikelola dengan baik, pembiayaan dapat membantu pelaku usaha menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas, maupun memperluas skala bisnis.
“Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.
Dampak dari pendampingan tersebut turut terlihat dari perkembangan sejumlah nasabah yang sebelumnya memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR). Seiring dengan meningkatnya skala usaha dan kebutuhan pembiayaan, beberapa nasabah tersebut secara bertahap mampu beralih menggunakan kredit komersial. Bagi Hasibuan, perkembangan tersebut bukan sekadar perubahan jenis pembiayaan. Lebih dari itu, hal tersebut menjadi gambaran bahwa usaha yang dirintis dari skala kecil dapat terus tumbuh ketika mendapatkan akses dan dukungan yang tepat.
“Ketika melihat nasabah yang awalnya usaha kecil kemudian berkembang dan mampu meningkatkan skala usahanya, tentu ada rasa bangga. Artinya, apa yang kita lakukan bersama memberikan hasil,” ujarnya.
Baca Juga: BRI Ajak Generasi Muda Bangun Kebiasaan Finansial Sehat Sejak Dini
Upaya pendampingan juga diperkuat dengan mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Hasibuan memperkenalkan berbagai layanan BRI seperti BRImo, QRIS, dan BRILink Agen yang dapat membantu masyarakat melakukan transaksi secara lebih mudah, aman, dan efisien. Bagi pelaku UMKM, pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendukung aktivitas usaha sehari-hari sekaligus memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kedekatan insan BRI, termasuk Kepala Unit BRI dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya BRI memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Bagi BRI, inklusi keuangan bukan hanya tentang membuka akses terhadap produk dan layanan perbankan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, insan BRI memiliki peran penting untuk hadir, mendengarkan, dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Dhanny.
Menurut Dhanny, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan kepada pelaku usaha perlu diberikan secara menyeluruh, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan digital.
“Kami ingin BRI hadir sebagai partner yang menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan usahanya. Ketika usaha nasabah tumbuh, naik kelas, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, di situlah kami melihat makna dari kehadiran BRI di tengah masyarakat,” imbuh Dhanny. ***
Berita Terkait
-
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BRI Kian Agresif Perluas Akses Keuangan Masyarakat
-
Mengenal Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Bagi Nasabah Terpilih
-
BRI Ajak Generasi Muda Bangun Kebiasaan Finansial Sehat Sejak Dini
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI Berikan Beragam Penawaran Istimewa
-
Saham BBRI Jadi Pilihan Analis, Kinerja BRI Semester I-2026 Lampaui Ekspektasi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan