- Dinkes Kabupaten Sukabumi mendesak pengelola dapur Makan Bergizi Gratis memperketat higiene mencegah keracunan.
- Pengelola SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan menguji sampel berkala.
- Biaya uji laboratorium menjadi tantangan, namun pemeriksaan penting menjamin keamanan makanan anak.
SuaraJabar.id - Dinkes Kabupaten Sukabumi mengingatkan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penyedia pangan siap saji untuk memperketat higiene dan sanitasi guna mencegah keracunan makanan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kabupaten Sukabumi, dr. Hj. Solitaire Ram Mozes, mengatakan wilayah tersebut telah lama menghadapi persoalan keracunan pangan, bahkan sebelum program MBG berjalan.
“Dengan hadirnya ratusan dapur MBG di Kabupaten Sukabumi saat ini, kita harus ekstra hati-hati,” ujarnya melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Kamis (29/10/2026).
Dinkes meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), melakukan inspeksi kesehatan lingkungan, serta menguji sampel makanan dan air secara berkala setiap tiga bulan.
Pengujian tersebut diperlukan untuk mendeteksi potensi pencemaran, termasuk bakteri berbahaya seperti Escherichia coli dan Salmonella, serta cemaran lain sesuai parameter pemeriksaan.
Solitaire mengakui biaya pengujian laboratorium yang mencapai lebih dari Rp3 juta sekali pemeriksaan menjadi tantangan bagi sebagian mitra.
Namun, ia menegaskan, pemeriksaan tersebut penting untuk menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat, terutama anak-anak.
“Semua tempat penyajian pangan siap saji, baik dapur MBG maupun non-MBG, seharusnya memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi. Ini demi mencegah dan meminimalisasi risiko keracunan pangan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Ia menegaskan, makanan yang disajikan harus memenuhi dua aspek sekaligus, yakni bergizi dan aman dikonsumsi.
Baca Juga: Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua, Jumlah Siswa Terdampak Bertambah Jadi 120 Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor