Ronald Seger Prabowo
Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB
Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama pembangunan kawasan perbatasan melalui Persidangan Ke-41 KK/JKK Sosek Malindo 2026 yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 di Bandung, Jawa Barat. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dan Malaysia mengadakan Persidangan KK/JKK Sosek Malindo 2026 di Bandung pada 27 hingga 30 Oktober 2026.
  • Pertemuan bilateral ini membahas optimalisasi pos lintas batas, pengelolaan tenaga kerja, penanganan banjir, serta mitigasi kebakaran hutan.
  • Kedua negara berharap kerja sama pembangunan perbatasan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat wilayah perbatasan.

SuaraJabar.id - Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama pembangunan kawasan perbatasan melalui Persidangan Ke-41 KK/JKK Sosek Malindo 2026 yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Pertemuan bilateral tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan ekonomi dan konektivitas perbatasan, pengelolaan lintas batas, ketenagakerjaan, hingga penanganan bencana.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, sedangkan delegasi Malaysia dipimpin Tuan Badrul Shah bin Mohd Idris dari Majlis Keselamatan Negara Malaysia.

Safrizal menegaskan, kawasan perbatasan perlu dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus ruang peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Salah satu agenda yang dibahas ialah optimalisasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Pos Kawalan Sempadan Telok Melano yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak, Malaysia. Kedua negara juga membahas usulan proyek percontohan Special Border Treatment untuk memfasilitasi tenaga kerja dari Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Karimun ke Johor dan Melaka melalui skema Visa by Project.

Selain itu, pertemuan membahas koordinasi penanganan banjir di kawasan Sungai Sembakung–Pansiangan yang melibatkan Kalimantan Utara dan Sabah, serta penyelarasan prosedur pemulangan jenazah antara wilayah Indonesia dan Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut, Malaysia turut mengapresiasi upaya Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membuka peluang bantuan untuk mendukung penanganan bencana tersebut.

Persidangan ini diikuti perwakilan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga kedua negara. Melalui forum tersebut, Indonesia dan Malaysia berharap kerja sama perbatasan semakin efektif dalam menciptakan kawasan yang aman, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Load More