- Pemerintah Indonesia dan Malaysia mengadakan Persidangan KK/JKK Sosek Malindo 2026 di Bandung pada 27 hingga 30 Oktober 2026.
- Pertemuan bilateral ini membahas optimalisasi pos lintas batas, pengelolaan tenaga kerja, penanganan banjir, serta mitigasi kebakaran hutan.
- Kedua negara berharap kerja sama pembangunan perbatasan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat wilayah perbatasan.
SuaraJabar.id - Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama pembangunan kawasan perbatasan melalui Persidangan Ke-41 KK/JKK Sosek Malindo 2026 yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 di Bandung, Jawa Barat.
Pertemuan bilateral tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan ekonomi dan konektivitas perbatasan, pengelolaan lintas batas, ketenagakerjaan, hingga penanganan bencana.
Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, sedangkan delegasi Malaysia dipimpin Tuan Badrul Shah bin Mohd Idris dari Majlis Keselamatan Negara Malaysia.
Safrizal menegaskan, kawasan perbatasan perlu dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus ruang peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Salah satu agenda yang dibahas ialah optimalisasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Pos Kawalan Sempadan Telok Melano yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak, Malaysia. Kedua negara juga membahas usulan proyek percontohan Special Border Treatment untuk memfasilitasi tenaga kerja dari Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Karimun ke Johor dan Melaka melalui skema Visa by Project.
Selain itu, pertemuan membahas koordinasi penanganan banjir di kawasan Sungai Sembakung–Pansiangan yang melibatkan Kalimantan Utara dan Sabah, serta penyelarasan prosedur pemulangan jenazah antara wilayah Indonesia dan Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut, Malaysia turut mengapresiasi upaya Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membuka peluang bantuan untuk mendukung penanganan bencana tersebut.
Persidangan ini diikuti perwakilan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga kedua negara. Melalui forum tersebut, Indonesia dan Malaysia berharap kerja sama perbatasan semakin efektif dalam menciptakan kawasan yang aman, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama