- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong penerapan pemilihan kepala desa berbasis e-voting di seluruh desa.
- Sistem pemungutan suara elektronik ini bertujuan mempercepat rekapitulasi hasil pemilu serta menekan efisiensi anggaran daerah.
- Pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern dan efisien.
SuaraJabar.id - Jawa Barat bersiap mengukir babak baru dalam berdemokrasi hingga ke tingkat desa. Gubernur Dedi Mulyadi secara aktif mendorong transformasi pemilihan kepala desa (pilkades) dari sistem konvensional menuju sistem elektronik (e-voting).
Bukan sekadar modernisasi, inovasi ini menjadi kunci untuk mempercepat rekapitulasi suara sekaligus menekan efisiensi anggaran daerah.
Dedi Mulyadi optimistis langkah ini menjadi bukti nyata hadirnya demokrasi yang ramah kantong namun tetap efektif.
"Hari ini Pemprov Jabar mewujudkan demokrasi yang cepat, murah, serta melahirkan efisiensi tata kelola keuangan melalui pilkades berbasis e-voting," tegas KDM sapaan akrabnya, dilansir dari Antara.
Dedi menjelaskan, sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting memungkinkan hasil pemilihan diketahui lebih cepat karena proses penghitungan suara tidak memerlukan waktu lama setelah pemungutan suara selesai.
“Pilkadesnya e-voting tanpa kertas suara, tanpa perlu lama-lama menunggu penghitungan suara. Begitu bilik suaranya ditutup, hasilnya sudah bisa terlihat siapa yang menjadi pemenang, menjadi kepala desa,” ujarnya.
Ia mendorong penerapan metode tersebut di seluruh desa di Jawa Barat agar efisiensi waktu dan biaya penyelenggaraan pemilihan dapat dirasakan hingga pelosok daerah.
“Semua desa yang ada di Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pilkadesnya dengan metodologi e-voting,” katanya.
Dedi menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dalam pilkades harus mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih cepat dan tepat, termasuk dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa.
Baca Juga: Rudy Susmanto ke Atlet Kabupaten Bogor: Kita Siap Menang, Tidak Biasa Kalah
Ia berharap digitalisasi pilkades menjadi bagian dari transformasi pemerintahan desa yang modern dan efisien.
“Desa tumbuh menjadi basis pembangunan yang berkemajuan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Rudy Susmanto ke Atlet Kabupaten Bogor: Kita Siap Menang, Tidak Biasa Kalah
-
IMI Kabupaten Bogor Targetkan Juara Umum Porprov XV Jabar 2026
-
Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad
-
Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja
-
Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor