- Perum Bulog Kanwil Jawa Barat menyatakan stok beras aman mencapai 623,9 ribu ton hingga Februari 2027.
- Sebagian besar persediaan beras tersebut tersebar di delapan kantor cabang Bulog di seluruh wilayah Jawa Barat.
- Bulog Jabar terus menyerap gabah petani hingga Desember 2026 demi menjaga stabilitas harga produsen lokal.
SuaraJabar.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat memastikan stok beras di wilayahnya aman hingga akhir 2026, bahkan diproyeksikan mencukupi sampai panen raya 2027 yang diperkirakan mulai Februari mendatang.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan stok beras yang dikuasai Bulog Jabar mencapai 623,9 ribu ton per 22 Oktober 2026.
“Posisi stok beras Jabar secara garis besar sangat cukup sampai persiapan pengadaan panen raya tahun depan,” kata Nurman melansir ANTARA, Minggu (25/10/2026).
Dari total tersebut, sekitar 623,8 ribu ton merupakan beras program penugasan pemerintah (public service obligation/PSO), sedangkan sekitar 107 ton merupakan beras komersial.
Stok tersebar di delapan kantor cabang Bulog di Jawa Barat. Persediaan terbesar berada di Indramayu sebanyak 192,7 ribu ton, disusul Cirebon 176,7 ribu ton dan Karawang 99,7 ribu ton.
Selanjutnya, stok di Subang mencapai 59,1 ribu ton, Ciamis 43,7 ribu ton, Cianjur 24,8 ribu ton, Bandung 19 ribu ton, dan Bogor 7,9 ribu ton.
Dengan ketersediaan tersebut, Bulog mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap pasokan beras maupun melakukan pembelian secara berlebihan.
“Diharapkan masyarakat tidak panik karena stok cukup,” ujarnya.
Di sisi lain, Bulog Jabar tetap melanjutkan penyerapan gabah dan beras petani hingga akhir Desember 2026, meskipun realisasi penyerapan setara beras tahun ini telah mencapai 694.947 ton atau 100,7 persen dari target.
Baca Juga: Daftar Lengkap Tokoh Penerima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo di Panen Raya Karawang
Menurut Nurman, penyerapan akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus mendukung petani lokal.
“Meski target telah tercapai, kami akan terus menyerap gabah petani hingga akhir Desember dan melanjutkan komitmen ini pada tahun-tahun berikutnya, khususnya untuk mendukung petani di Jawa Barat,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027
-
Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai
-
Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya
-
Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP
-
Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor