SuaraJabar.id - Daging frozen khususnya daging kerbau beku impor India menghilang di pasaran di Kota Cimahi selama bulan Ramadhan dan mendekati lebaran ini. Padahal daging kerbau beku ini bisa menjadi alternatif sumber protein yang relatif murah ketimbang daging sapi segar.
Seperti yang terpantau di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi pada Selasa (4/5/2021). Nyaris semua pedagang tak menjajakan daging beku asal India di lapak dagangan mereka.
"Kalau sebelum puasa, saya jual. Cuma pas puasa ini gak jual karena kurang pembelinya. Terus harganya juga naik," ujar Suryana (57), salah seorang penjual daging.
Kini, terang dia, harga daging frozen impor India sudah mencapai Rp 105 ribu per kilogram. Harganya mengikuti daging sapi segar yang memang sudah naik sejak awal Ramadhan ini.
"Biasanya kan Rp 80 ribu per kilogram. Sekarang udah Rp 105 ribu per kilogram. Harganya gak wajar," tedang Suryana.
Salah seorang pengusaha rumah potong hewat asal Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Ahmad Baehaqi Al-Abrori mengatakan, keberadaan kerbau asal India itu memang merusak harga daging yang sudah terbentuk di pasaran.
"Harga frozen India ini standarnya Rp 80 ribu, maksimal 90 ribu. Ini sudah Rp 100 ribu lebih, mengikuti harga pasar daging fress. Kan kurang ajar," kata Ahmad. .
Pengusaha "jagal" hewan yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jawa Barat itu mengatakan, awalnya kebijakan impor kerbau asal India tersebut memang untuk menstabilkan harga daging sapi yang cenderung terus naik.
Namun menurut Ahmad, tujuan itu gagal. Saat ini terdapat kecenderungan harga daging kerbau dari India naik menyesuaikan harga daging sapi yang ada di pasaran. Bukan lagi sebagai penjaga ketersediaan maupun harga, namun malah ikut bermain peran.
Baca Juga: Nestapa Honorer Jelang Lebaran, Tak Dapat THR hingga Putus Kontrak
"Daging India yang harusnya jadi bumper stok dan bumper fresh, jadi ketika daging naik di pasaran frozen India ini harusnya tetap stabil. Ini malah ikut naik, menari-nari harganya. Ini ada yang memainkan," sebut Ahmad.
Dengan berbagai dinamika harga daging jelang lebaran ini, pihaknya mendesak pemerintah segera mengadakan kontrol terhadap distribusi daging frozen yang seharusnya sebagai kontrol harga.
"Hal ini penting agar harganya tidak ikut bergerak bersamaan harga daging fresh yang sedang naik," ucap Ahmad.
Kemudian kata dia, mendesak pemerintah untuk secepatnya mengadakan kontrol terhadap distribusi daging beku yang seharusnya sebagai kontrol harga. Hal ini penting agar harganya tidak ikut bergerak bersamaan harga daging fresh yang sedang naik.
"Meninjau ulang peran BUMN sebagai rantai pasar pengadaan, karena hanya menambah beban harga di tingkat konsumen. Sedang pemerintah penting untuk melindungi kepentingan konsumen untuk mendapatkan harga yang wajar dan terjangkau," sebutnya.
Kemudian yang tak kalah penting, kata dia, pemerintah harus menyelidiki dan mencegah kemungkinan distributor besar dan menengah, yang notabene mempunyai permodalan dan gudang yang kuat, bertindak monopoli dan kartel harga. Terutama daging dari India yang masih mempunyai ruang untuk sumber daging murah.
Berita Terkait
-
Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa
-
Usai Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah di Bandung Barat Rusak
-
Harga Cabai Merah Keriting Turun Jadi Rp67.492 per Kilogram, Daging Sapi Naik
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik, Beras Cenderung Stabil
-
Muak Kondisi Pemerintahan dan Pembangunan, Warga Kabupaten Bandung Barat Ngadu ke Jakarta
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Diduga Hendak Tawuran, 12 Pemuda di Garut Diamankan Polisi, Enam Senjata Tajam Disita
-
Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir
-
Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak
-
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri