Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 05 Mei 2021 | 16:06 WIB
ILUSTRASI travel gelap. Polisi menurunkan penumpang dan sopir dari sebuah mobil yang dicurigai sebagai travel gelap di Padalarang, Senin (3/5/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Sebuah kendaraan travel gelap mengambil jalur alternatif Garut–Tasikmalaya untuk menghindari pos penyekatan petugas. Namun sayang, upayanya gagal karena polisi ternyata juga melakukan penyekatan di jalur tikus.

Perjalanan travel gelap yang mengangkut pemudik itu terhenti di di Pos Tapal Kuda Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/5/2021).

Saat diperiksa, mayoritas penumpang travel gelap itu tidak membawa surat dinas dan hasil swab antigen dengan status negatif.

Yudi Apriandi, sopir travel mengatakan, ia sengaja melintasi jalur alternatif untuk menghindari penyekatan di jalur nasional. Ia beranggapan penyekatan di jalur lintasan tidak akan ketat dan cenderung longgar.

“Dari Jakarta saya mah sambungan aja dari Bandung bawa penumpang dari Jakarta sebagian ada surat tugas dan sengaja ke sini kirain tidak ada penyekatan,” ucap Yudi.

Karena dinilai melanggar, Polres Tasikmalaya terpaksa mengandangkan travel gelap ini hingga usai masa pelarangan mudik. Sementara itu, sembilan orang penumpangnya menjalani pemeriksaan rapid test.

“Kita amankan dalam penyekatan satu travel gelap dan kita kandangkan sampai habis Lebaran. Penumpangnya kita rapid antigen, yang negatif menlanjutkan perjalanan, yang positif kami arahkan untuk kembali, “ ucap Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Herman Junaedi.

Load More