SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan kritik pada pegawai negeri sipil (PNS) dan aparatur sipil negara (ASN) yang membuat dan ikut menandatangani petisi online bertajuk THR & Gaji-13 ASN/PNS 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019 di situs change.org
Ridwan Kamil mengatakan, ASN dan PNS semestinya dapat memahami keuangan pemerintah saat ini yang banyak tersedot ke penanganan Covid-19.
Meminta THR dan tunjangan kinerja (tukin) di kondisi saat ini kata dia, merupakan tindakan yang kurang elok.
"Minta THR penuh kalau di zaman normal wajar, tapi minta THR penuh di zaman tidak normal uangnya habis, Jawa Barat hilang 5 triliun masih pakai logika zaman normal saya kira kurang bijak," kata Ridwan Kamil usai pimpin apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya, di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).
Ridwan Kamil menambahkan, para ASN merupakan profesi yang sama sekali tidak terpengaruh pendapatnya akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya para ASN diminta untuk bertoleransi soal kecilnya jumlah THR yang diterima.
"Saya imbau ASN bela negara dengan cara bertoleransi menerima keputusan pemerintah. ASN adalah profesi yang tidak terpengaruh pendapatannya oleh COVID-19 . Swasta-swasta turun karena ekonomi turun, ASN stabil. Jadi kalau hanya THR-nya kurang sedikit bela negara lah dengan berkorban. Saya kira itu," katanya.
Adanya petisi dari para ASN soal THR yang kecil, Ridwan Kamil menilai hal itu tidaklah bijak saat zaman pandemi seperti ini. Ridwan Kamil meminta para ASN jangan terlalu banyak menuntut.
"Bagi anda yang nulis di petisi, saya kira kurang bijak, zaman lagi susah, uang juga tidak banyak, jangan menuntut hal yang menurut saya tidak pada etikanya. Dituntut bela negaranya. Hanya dengan menerima begitu saja masa ga bisa. Kan nggak disuruh perang," ucapnya.
Kontributor : Cesar Yudistira
Baca Juga: Jadwal THR PNS 2021 dan Gaji Ke-13, Jangan Terlewat
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini
-
Kemarau Panjang, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Krisis Air Bersih
-
KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati
-
Danny Setiawan, Birokrat Karier yang Menembus Kursi Gubernur Jawa Barat
-
Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia