SuaraJabar.id - Kasus keracunan es cendol menu buka puasa di Kecamatan Jampangtengah, Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (5/5/2021) malam, ditetapkan sebagai status kejadian luar biasa (KLB).
Keracunan ini meluas, data terkini menyebut ada 45 warga yang mengalami keracunan dari dua desa, yaitu Sindangresmi dan Tanjungsari.
Laporan terkini, menyebut di Desa Sindangresmi ada 34 warga berbagai usia, dari mulai anak, remaja, dewasa hingga lansia. Terdiri dari warga Kampung Cigolendang RT 38/10, Cigolendang 39/10, Cileungsir RT 41/10 dan Cileungsir RT 42/10.
Saat ini sebagian besar korban masih berada di rumah masing-masing dengan pemantauan dari petugas medis dan unsur relawan dan forkompincam Jampang Tengah. Mulai dari BPBD, tim puskesmas, Polsek, Koramil, Pemdes, ACT MRI, RTN, RUANG PEDULI, RELAWAN PB, BRIGEZ JAMPANGTENGAH dan AMBULANCE PUAS.
Baca Juga: Bikin Heboh Warga Sukabumi, Ada Hewan Mirip Ular tapi Berkaki 4
"Saat ini tim dari Dinkes juga sudah berada di Puskesmas Jampangtengah dipimpin langsung Kadinkes. Semua potensi medis sudah dikerahkan, ambulans disiagakan di lokasi," ujar Kepala Puskesmas Jampangtengah dr. Imanuel seperti diberitakan sukabumiupdate.com - jaringan Suara.com, Rabu malam.
Dinas kesehatan juga sudah mengevakuasi tiga warga ke Puskesmas Jampangtengah karena mengalami kondisi kesehatan memburuk. Ketiganya; ANI (P) 40 tahun, TITIN (P) 50 tahun, dan ADAM (L) 8 tahun.
"Untuk mengevakuasi korban ke puskesmas atau fasilitas kesehatan jika memang diperlukan. Sebagian besar korban dirawat di rumah masing-masing dipantau petugas gabungan dan relawan," jelasnya.
Berikut daftar nama korbannya; ENGKOM (P) 38 tahun, ODANG (L) 70 tahun, RANGGA (L) 13 tahun, ANI (P) 40, IKA (P) 21 tahun, AJIN (L) 70 tahun, ADAM (L) 8 tahun, UDIN (L) 60, ILYAS (L) 6, DEDE FAHRU (L) 30, TITIN (P) 50, KARNADI (L) 65, AJIN (L) 60, YUYU (P) 30, AEP (L) 48, EEN (P) 35, EMIN (P) 60 tahun, LINDA (P) 23, MAE (P) 30, KOKOM (P) 55, RUBEN (L) 13, YUDA (L) 9, YANA (L) 40, KRISNA (L) 11, IYAY (P) 40, AYOM (P) 70, IKAH (P) 70, IYUM (P) 50, ADAH (P) 50, II (P) 35 tahun, KOKON (L) 50, TITOH (P) 50 dan JAJANG (L) 50 tahun.
Gejala muntah, mual, pusing hingga mencret usai mengkonsumsi es cendol yang dibeli dari pedagang keliling ini juga dialami 11 warga kampung Cileungsir 2, Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah. Berikut daftar nama korbannya; MISBAH (L) 51, CUCUN (P) 70, IIS (P) 45, NISA (P) 4, REGA (L) 9, ERNA (P) 29, NURULJAMILA (P) 4, SELPI (P) 22, NENG DARIS (P) 2, DIKDIK (L) 17 tahun dan ABIL (L) 16 tahun.
Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Bantuan ke Guru Honorer yang Lumpuh Usai Divaksin
Berita Terkait
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba
-
Ramadan Penuh Berkah, Cleanermasjid & Driver ShopeeFood Kompak Bantu Masjid
-
Tanah Bergerak Guncang Bandung, 20 Rumah Rusak
-
Bencana Mengerikan di Sukabumi, BNPB: 5 Orang Tewas, Ratusan Rumah Rata dengan Tanah
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar