SuaraJabar.id - Rumah mewah yang tak dihuni puluhan tahun dan terkesan angker tengah menjadi perbincangan publik belakangan ini. Rumah mewah itu ramai disebut berada di Bandung.
Setelah ditelusuri, ternyata rumah mewah tersebut berada di Kampung Cihanjuang, RT 03/08, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berdasarkan cerita warga sekitar bernama Sumiyati (63), sejak dibeli dari oleh seorang pemilik bernama Heri, rumah mewah tersebut memang jarang didatangi pemiliknya. Rumah tersebut dipercayakan kepada suaminya bernama Dana (83).
"Pemiliknya mempercayakan kepada suami saya. Jarang sekali datang ke sini juga dari dulu. Jadi peruntukannya juga gak tau," ujar Sumiyati kepada Suara.com, Kamis (27/5/2021).
Baca Juga: Alhamdulillah, Pemkab Bandung Barat Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Guru Ngaji
Namun sejak dua tahun terakhir, pemiliknya bernama Heri yang disebut warga China dan sebagai pengusaha itu tak ada kabar. Nomor ponselnya yang ada di HP Dana sudah tidak bisa lagi dihubungi.
Komunikasi terakhir dengan suaminya itu, pemilik hanya mengatakan permohonan maaf sebab kemungkinan tidak bisa lagi memberikan upah bulanan dan pemeliharaan seperti bulan-bulan sebelumnya.
"Dulu mah bisa di kontek dan pernah bilang 'Jangan marah, saya gak bisa gaji pak Dana'. Setelah itu gak bisa dikontak. Biasanya ngasih uang gaji," ujar Sumiyati.
Sejak saat itulah rumah mewah yang dikelilingi pohon itu mulai tidak terawat dan terbengkalai. Rumah kosong itu terlihat mengerjakan meski hanya dilihat dari luar gerbang.
Dari gerbang, terlihat area halaman rumah tersebut dipenuhi tanaman liat yang sudah tidak terurus.
Baca Juga: Dituntut Lima Bulan Penjara, Habib Bahar: Saya Bersyukur Pada Allah SWT
Meski tidak bisa masuk langsung ke rumah tersebut, namun kondisinya digambarkan Encang (30), warga sekitar. Menurutnya, kondisinya sama seperti yang ramai di media sosial YouTube.
"Kondisinya lapuk sama air hujan. Dalamnya masih bagus rumahnya. Isi rumah itu masih lengkap. Cuma memang sudah dipenuhi tanaman liar. Termasuk mobil Mercedes Benz yang gak dibawa yang punya. Dulu ada satu mobil mewa lagi tapi udah dibawa keluarganya," ungkap Encang.
Dulu, rumah tersebut pernah dibobol seseorang yang diduga maling. Namun ketika dicek kepada pemiliknya, ternyata tidak ada barang yang hilang.
"Udah dicek gak ada yang hilang. Isinya kebanyakan ikan karena yang punya kan kolektor ikan," ujarnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Kontrak di Sabah FC Habis Mei 2025, Saddil Ramdani Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Tak Sampai Rp2 Juta, Kemensos Tawarkan Kuliah di Poltekesos, Terjangkau Buat Keluarga Prasejahtera
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar