Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 28 Mei 2021 | 11:19 WIB
Sebuah jongko yang biasa jualan tahu dan tempe di Pasar Atas Baru Kota Cimahi terlihat kosong di hari pertama mogok produksi produsen tahu dan tempe, Jumat (28/5/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Salah satu pedagang tempe di Pasar Cililin, Agus (50) mengaku masih berdagang hari ini. Namun produk tempe yang dijajakan adalah sisa produksi hari kemarin.

"Iya tadi masih jualan, tapi itu tempe sisa kemarin. Besok libur karena barangnya habis," jelasnya.

Agus menjelaskan, mogok produksi dan jualan oleh perajin tahu tempe dilakukan hingga 30 Mei 2021. Aksi ini dilakukan karena harga kacang kedelai meroket ke angka Rp 1.100.000 per kwintal.

"Harga kacang udah gak rasional. Rp 1.100.000 per kwintal, gak mungkin bisa tutupi biaya produksi," pungkasnya.

Baca Juga: Kesaksian Warga soal Rumah Mewah Terbengkalai: Sering Dipakai Pesta dan Didatangi Cewek

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Load More