SuaraJabar.id - Pemkot Tasikmalaya memberikan santunan kepada keluarga dua siswa SMP yang meningal dunia tersambar petir saat latihan sepak bola di lapangan Gunung Kialir, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pada Jumat 11 Juni 2021.
Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf datang dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban, Minggu (13/6/2021).
"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban yang tersambar petir saat sedang latihan sepak bola. Mudah-mudahan kelurga bisa menerima musibah ini dengan ikhlas dan sabar," katanya, dilansir dari ayotasik.com--jaringan suara.com.
"Kita memberikan santunan sekadarnya dari pemerintah, ada beras dan uang. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban dan dimanfaatkan oleh keluarga korban," tambahnya.
Baca Juga: Beda Dari yang Lain, PPDB Bekasi Siapkan Jalur Penghafal Alquran
Ia mengaku, membantu masyarakat yang terkena musibah sudah menjadi suatu kewajiban bagi pemerintah. Bantuan yang diberikan hanya bersifat stimulan dan diharapkan bisa membantu meringankan beban dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah ketika ada masyarakat yang terkena musibah meskipun sifatnya stimulan. Itu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat," kata dia.
Diberitakan, dua siswa SMP berinisal MZ (15) dan MR (14) warga Kecamatan Cihideung dan Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, meninggal setelah tersambar petir saat latihan sepak bola.
Ke-2 korban meninggal di lokasi kejadian sesuai tersambar petir sekira pukul 16.00 WIB saat turun hujan. Menurut saksi di lokasi kejadian, Lili mengatakan, saat kejadian hujan tidak terlalu besar dan cuma sebentar.
"Pas turun hujan langsung ada petir. Yang kena petir 2 orang. Langsung meninggal dua-duanya di lokasi," ujar Lili.
Baca Juga: Pasien Covid-19 Membludak, Pemerintah Buka Tower 8 Wisma Atlet untuk Pasien OTG
Ia menuturkan, ke-2 korban sedang latihan sepak bola bersama teman-temannya dan langsung terjatuh setelah tersambar petir.
Berita Terkait
-
Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Capai 3.000, Gencatan Senjata Diumumkan Demi Penyelamatan
-
Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Myanmar Berkabung: 7 Hari Masa Berkabung Nasional Usai Gempa Dasyat
-
Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Oposisi Sepakat Gencatan Senjata untuk Selamatkan Korban
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar