SuaraJabar.id - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengharapkan Indonesia bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.
Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 kepada 10 ribu orang di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Senin (14/6/2021).
Dalam kesempata itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan beberapa pejabat lain.
"Bersama saya, Menteri Kesehatan, Gubernur Jawa Barat, dan juga Wali Kota Bekasi. Kita melihat proses yang ada di sini menggunakan lapangan sepak bola dan bisa mencakup (peserta vaksinasi) dalam jumlah yang banyak, baik untuk disabilitas, untuk pelayan-pelayan publik," katanya dalam sambutannya.
Mantan Wali Kota Solo itu pun berharap, dengan model seperti yang ada di Bekasi ini bisa diterapkan di kota dan kabupaten yang lain, sehingga vaksinasi Covid-19 berlangsung dalam jumlah yang banyak.
"Di sini tadi Pak Wali Kota menyampaikan sehari bisa 10 ribu (orang) dan kita harapkan segera bisa mencapai kekebalan komunal (herd immunity). Kita berharap penyebaran Covid-19 bisa kita hambat penyebarannya," jelasnya.
Sebelumnya, Presiden juga menyampaikan, Indonesia sendiri sampai Kamis (10/6/2021) kemarin, telah mendatangkan sebanyak 93,7 juta dosis vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.
Jokowi mengatakan, ketiga jenis vaksin tersebut telah masuk ke dalam emergency use listing oleh WHO.
"Sekali lagi, pandemi Covid-19 belum selesai. Kita semua, pemerintah dan seluruh masyarakat, masih harus bekerja keras bersama untuk mengakhirinya. Setiap kita menjadi bagian dari solusi atas pandemi ini," ujar Presiden RI Jokowi.
Baca Juga: Sejumlah Negara Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Ini Kata Satgas Covid-19 Eropa
Tag
Berita Terkait
-
Misteri di Balik Jas Hitam Jokowi di India: Bawa Jas, Kenapa Tangan Kiri Tertutup?
-
Asal Mula Lahirnya 'Tembok Ratapan Solo' di Rumah Jokowi: Keisengan Digital atau Kritik Satir?
-
Heboh 'Tembok Ratapan Solo' Muncul di Google Maps, Ternyata Berlokasi di Kediaman Jokowi
-
Jokowi Mau UU KPK Kembali ke Versi Lama, Eks Penyidik: Publik Tak Butuh Gimick
-
Jejak Jokowi soal UU KPK Terbongkar, 5 Fakta Bantah Klaim Lempar Tangan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Aksi Dini Hari Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pimpin Korve Tambal Lubang Jalur Parung-Kemang
-
Hanya Mengaku Mencubit, ASN BPK Tersangka Penganiaya ART Tak Berkutik Saat Ditahan Polres Bogor
-
Hina Suku Sunda Saat Mabuk, YouTuber Resbob Didakwa Pasal Ujaran Kebencian di PN Bandung
-
Skandal Kematian NS di Sukabumi Makin Rumit! Kuasa Hukum Ibu Tiri TR Curigai Pihak Lain Terlibat
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam