SuaraJabar.id - Antrean warga yang akan mengikuti vaksinasi massal COVID-19 di Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA, Gedebage, Kota Bandung pada Kamis (17/6/2021) mengular hingga 500 meter.
Tingginya antusiasme warga untuk mendapat vaksinasi COVID-19 itu disiasati oleh pihak panitia dengan beberapa cara.
Salah satunya adalah membagi antrean warga menjadi 4 jalur. Satu jalur diperuntukan untuk perempuan dan tiga untuk pria.
Dibaginya empat lajur ini dimaksudkan agar tak terjadi antrean mengular seperti yang terjadi di Grand Ballroom Sudirman pada minggu lalu.
"Antrean sekitar 500 meter (ke belakang)," kata Yogi Irawan, panitia pelaksana pengaturan antrean vaksinasi massal di Stadion GBLA, Kamis (17/6/2021).
Agar antrean tetap tertib, lanjut Yogi, pihaknya memanggil 20 orang sekali dari peserta vaksinasi untuk masuk ke area vaksinasi.
Di tiap antrean, pihaknya juga menempatkan petugas untuk mengigatkan peserta agar mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan tidak melepas masker.
"Jadi kami memanggil 20 orang sekali, kalau ada lansia tetap kami prioritaskan," ujarnya.
Sebelum masuk ke area vaksinasi, pantuan Ayobandung.com-jejaring Suara.com lainnya menunjukkan, 20 peserta vaksinasi yang dipanggil tadi 'dimandikan' disinfektan terlebih dahulu oleh panitia pelaksana.
Baca Juga: Ribuan Orang Batam Tidak Kebagian Vaksin Covid-19 Dibubarkan Polisi, Warga: Dasar PHP!
Setelah 'dimandikan' peserta vaksinasi yang mengantre didampingi oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP untuk diarahkan ke area vaksinasi.
Yogi menuturkan, vaksinasi massal ini bisa berlangsung sampai sore hari.
"Mungkin sampai jam 4 sore," tutupnya.
Gelaran vaksinasi massal COVID-19 ini sendiri merupakan kolaborasi antara TNI dan Polri.
Vaksinasi massal ini menargetkan 5.000 sasaran dari wilayah se-Bandung Raya, yang meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027
-
Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai
-
Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya
-
Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP
-
Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor