Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Senin, 21 Juni 2021 | 12:24 WIB
Ilustrasi lockdown saat Pandemi Covid-19. [Antara]

Lanjutnya, warga yang ikut rombongan tour ke Pangandaran tidak boleh keluar rumah meskipun tidak positif Covid-19.

“Untuk warga yang tidak ikut ke Pangandaran sebagian ada yang jaga lingkungan untuk mengantisipasi menyebarnya virus Covid-19 ini, kita tutup jalan ini selama 24 jam untuk beberapa hari kedepan,” jelasnya.

Sementara itu, Sarip Jamjam, Lurah Sambongpari membenarkan kasus positif COVID-19 yang menimpa warganya tersebut.

Ia menjelaskan, pada tanggal 6 Juni 2021 sebagian masyarakat di Sambong Pari Kidul RW 04, melakukan piknik ke Pangandaran dengan menggunakan Bus. Mereka yang liburan berjumlah 37 orang.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di Kota Semarang Tembus 2.000 Orang

“Kegiatan itu, merupakan acara dalam rangka piknik setelah lebaran hanya sehari tidak menginap tapi pulang pergi,” kata Sarip.

Kemudian seusai pulang dari Pangandaran tepatnya tanggal 8 Juni 2021, ada yang mengeluh sakit batuk dan pilek.

Warga tersebut berobat ke klinik swasta dan diperiksa antigen ternyata hasilnya positif.

“Yang bersangkutan kemudian dirujuk ke RS Dewi Sartika,” ujarnya.

Dari situ, bermunculan lagi warga yang mengeluhkan gejala yang sama lalu berobat ke RS TMC.

Baca Juga: Pulang dari Dubai, Anak Anang Hermansyah Dilarikan ke Rumah Sakit Bali, Badan Panas Tinggi

“Totalnya ada 11 warga positif COVID-19, sekarang ada yang menjalani perawatan di RS Dewi Sartika 2 orang dan RS Purbaratu 8 orang dan isolasi mandiri 1 orang,” jelas Sarip.

Load More