-
Banjir menggenangi Jalan Pantura Kudus-Pati sejak Minggu siang, menyebabkan arus lalu lintas tersendat sehingga para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintas.
-
Satlantas Polres Kudus telah menerjunkan sejumlah personel di titik-titik banjir seperti Ngembalrejo dan Jekulo untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap berjalan lancar meski kondisi jalan sedang tergenang.
-
Meski sempat mengalami ketersendatan di beberapa lokasi akibat genangan air, situasi arus lalu lintas pada sore hari dilaporkan tetap ramai lancar berkat penjagaan dan pengaturan dari pihak kepolisian.
SuaraJabar.id - Bagi Anda yang sedang dalam perjalanan akhir pekan atau touring melintasi Jawa Tengah, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan sore ini.
Jalur urat nadi Pantai Utara (Pantura) yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Pati dilaporkan mengalami ketersendatan parah akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir di sejumlah titik krusial.
Genangan air yang muncul tiba-tiba ini membuat arus kendaraan melambat signifikan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara, mengingat Jalur Pantura adalah akses utama logistik dan transportasi antar-kota yang volume kendaraannya selalu tinggi, terutama di hari Minggu.
Berdasarkan pantauan di lapangan dilansir dari Antara, air mulai menggenangi badan jalan pada siang hari, tepat saat volume kendaraan sedang padat-padatnya.
Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa genangan air menjadi penyebab utama melambatnya laju kendaraan.
"Arus lalu lintas di Jalur Pantura Kudus-Pati memang tersendat, terutama di Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, karena ada genangan banjir sejak Minggu (11/1) pukul 13.00 WIB," kata Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean di Kudus.
Kondisi jalan yang tergenang membuat pengendara, khususnya sepeda motor dan mobil jenis car city, harus memperlambat laju mereka untuk menghindari mogok atau cipratan air yang membahayakan pengguna jalan lain.
AKP Royke juga mengimbau pengendara untuk tetap waspada dan hati-hati, terutama pengendara sepeda motor saat melintasi genangan tersebut.
Genangan air ternyata tidak hanya terpusat di satu lokasi. Bagi Anda yang hendak melintas, perhatikan beberapa titik rawan berikut agar bisa mengantisipasi waktu tempuh atau mencari jalur alternatif jika memungkinkan:
Baca Juga: 20 Rumah di Perumahan Taman Anggrek Plumbon Rusak Parah Akibat Banjir Bandang, Warga Minta Solusi
- Ngembalrejo, Kecamatan Bae: Titik awal genangan yang dilaporkan cukup tinggi sejak pukul 13.00 WIB.
- Barat Perempatan Lampu Merah Kerawang: Genangan di sini seringkali mengecoh pengendara karena posisinya yang dekat dengan persimpangan.
- Tenggeles, Kecamatan Jekulo: Arus lalu lintas di area ini juga dilaporkan tersendat akibat air yang meluap ke jalan raya.
Guna mengurai benang kusut kemacetan, Satlantas Polres Kudus telah menerjunkan tim urai kemacetan di lokasi-lokasi terdampak. Kehadiran petugas sangat krusial untuk mencegah kendaraan saling serobot yang justru bisa memperparah kemacetan.
KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Zubaidi memberikan *update* terkini mengenai situasi sore hari.
"Personel Kepolisian diterjunkan untuk pengaturan dan penyeberangan di lokasi banjir," ujarnya.
Menurut Zubaidi, meski tersendat, arus lalu lintas pada sore hari terpantau ramai lancar, artinya roda kendaraan masih bisa berputar meski perlahan.
Berita Terkait
-
20 Rumah di Perumahan Taman Anggrek Plumbon Rusak Parah Akibat Banjir Bandang, Warga Minta Solusi
-
BRI Gelar Trauma Healing untuk Anak-anak Korban Banjir di Sumatra
-
Longsor dan Genangan Air Tutupi Jalur KA Purwakarta-Ciganea, Cek Daftar Kereta yang Tertahan
-
Kementerian PU Janjikan Jembatan Permanen Usai Fase Darurat di Aceh
-
Antrean Mengular di Tol Japek, Polisi Terapkan Buka-Tutup Rest Area KM 57
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Indonesia Derby 2026 Tembus 24 Ribu Penonton, Sulawesi Utara Raih Juara Umum Kejurnas Seri I