- Banjir bandang melanda Desa Kebarepan, Cirebon pada 23 Desember 2025, menyebabkan kerusakan signifikan pada perumahan.
- Sebanyak 40 rumah di Perumahan Taman Anggrek Plumbon rusak, dengan 20 unit mengalami kerusakan berat dan beberapa ambruk.
- Warga mendesak developer dan pemerintah daerah segera memberikan solusi penanganan dan revitalisasi pasca-bencana.
SuaraJabar.id - Banjir bandang yang menerjang Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon pada Selasa, 23 Desember 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi warga Perumahan Taman Anggrek Plumbon.
Setelah satu minggu pasca-kejadian, data kerusakan menunjukkan puluhan rumah mengalami kerusakan serius, bahkan beberapa di antaranya ambruk.
Warga berharap adanya solusi konkret dari berbagai pihak terkait termasuk developer PT. Puri Mega Sarana Land Cirebon.
Menurut data yang dihimpun, sebanyak 40 unit rumah di RT. 002 / RW. 009 Perumahan Taman Anggrek Plumbon terdampak musibah ini.
"Dari jumlah tersebut, 20 unit mengalami rusak ringan, sementara 20 unit lainnya rusak berat. Kerusakan berat meliputi tembok belakang dan tembok depan rumah yang jebol, bahkan ada beberapa rumah yang ambruk," ujar Dulani, Ketua RT. 002 Desa Kebarepan, saat ditemui Suara.com pada Selasa (30/12/2025).
Dulani menambahkan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan dan membuat warganya kehilangan tempat tinggal serta harta benda.
"Banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tempat saudara atau posko darurat karena rumah mereka tidak bisa dihuni lagi," keluhnya.
Senada dengan Dulani, Irman Syafei, Ketua RW. 009, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas bangunan dan minimnya perawatan dari pihak developer.
"Kami menduga, kualitas bangunan yang buruk menjadi salah satu penyebab utama tingginya tingkat kerusakan. Selain itu, perawatan infrastruktur perumahan yang diabaikan oleh developer juga memperparah kondisi saat banjir datang," tegas Irman.
Baca Juga: Tega Sunat Dana Pelajar, Kasus Korupsi PIP SMAN 7 Cirebon Resmi ke Meja Hijau
Irman juga menyoroti masalah belum adanya pemindahan aset perumahan dari pihak developer ke pemerintah desa atau pemerintah daerah.
"Ini menjadi kendala besar dalam penanganan pasca-bencana. Seharusnya, aset-aset perumahan sudah diserahkan agar pemerintah desa atau daerah bisa langsung turun tangan melakukan perbaikan dan revitalisasi," jelasnya.
Masyarakat Perumahan Taman Anggrek Plumbon kini menanti uluran tangan dan solusi nyata dari pemerintah serta pihak developer agar mereka bisa bangkit kembali dari keterpurukan akibat bencana banjir bandang ini.
"Kami sangat membutuhkan bantuan untuk revitalisasi dan rehab rumah-rumah yang rusak. Warga kami butuh kepastian kapan mereka bisa kembali menempati rumah mereka dengan aman," ujar Dulani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Tebar Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah
-
Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
-
Persib Bandung Menggila, Gakuto Notsuda dan Ragnar Oratmangoen Resmi Gabung
-
BRI Tingkatkan Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko untuk Cegah Fraud
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup