-
Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) & Sentra Medika Hospital Cibinong luncurkan kampanye Stronger Together Journey (4 Feb–14 Juli 2026) untuk edukasi & deteksi dini kanker.
-
Fokus utama: tingkatkan kesadaran kanker serviks & payudara lewat Health Talk dan 500 skrining kanker gratis, prioritas kelompok berisiko.
-
SWICC hadir dengan konsep One Stop Cancer Care + teknologi radioterapi modern, dorong deteksi dini demi peluang sembuh lebih tinggi.
SuaraJabar.id - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Sentra Medika Hospital Cibinong bersama Sentra Medika Hospital Group melalui Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) resmi meluncurkan kampanye besar bertajuk SWICC Stronger Together Journey.
Bertemakan "Stronger in Awareness, Together in Detection", program ini jadi rangkaian kegiatan jangka panjang yang dimulai sejak 4 Februari dan berlangsung hingga 14 Juli 2026, bertepatan dengan satu tahun berdirinya SWICC.
Sepanjang periode tersebut, berbagai agenda edukatif digelar, mulai dari Health Talk Series hingga program deteksi dini kanker untuk masyarakat.
Salah satu agenda pembuka adalah Health Talk bertema "Lindungi Diri dari Kanker Serviks & Payudara untuk Perempuan Indonesia Sehat" yang digelar Sabtu 14 Februari 2026.
Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya pemeriksaan rutin, khususnya terhadap kanker serviks dan kanker payudara dua jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) tahun 2022, tercatat lebih dari satu juta penderita kanker di Indonesia dengan ratusan ribu kasus baru setiap tahunnya.
Kanker payudara dan serviks masih menduduki peringkat tertinggi pada perempuan, dan sebagian besar kasus terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.
Rendahnya kesadaran serta terbatasnya akses skrining menjadi tantangan utama.
Sebagai bentuk komitmen nyata, SWICC bersama Sentra Medika Hospital Cibinong menyediakan 500 layanan skrining kanker gratis bagi masyarakat.
Program ini diprioritaskan untuk individu dengan faktor risiko atau riwayat keluarga penderita kanker melalui proses seleksi awal.
Peserta juga mendapatkan edukasi komprehensif mengenai pencegahan, gejala awal, hingga pentingnya pemeriksaan rutin.
Dalam sesi Health Talk, hadir sejumlah dokter onkologi berpengalaman yang tergabung dalam tim SWICC, di antaranya dr. P. Lanjar Sugianto, MARS selaku Direktur Sentra Medika Hospital Cibinong, Dr. drg. Eddy Suharso, S.H., M.Kes sebagai Presiden Direktur Sentra Medika Hospital Group, serta Dr. dr. M. Yadi Permana Sp.B(K) Onk, Ketua Tim Bedah Onkologi SWICC.
Ketiganya menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci utama meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.
SWICC sendiri dikenal sebagai pusat layanan kanker terpadu dengan konsep One Stop Cancer Care.
Seluruh proses, mulai dari edukasi, skrining, diagnosis, tindakan bedah onkologi, kemoterapi, hingga radioterapi, tersedia dalam satu lokasi.
Berita Terkait
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
-
Projo Bicara Soal Kesehatan Jokowi, PSI Langsung Buka Suara
-
Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat
-
Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter
-
Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini
-
Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan
-
Kebakaran Hebat di Tegalbuleud: Madrasah Ludes, Puluhan Kitab Suci dan Al-Quran Ikut Terbakar
-
Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
-
Telan Rp3,5 Miliar tapi Mangkrak, Proyek Masjid Al Afghani Sukabumi Didesak Stop