-
Banjir bandang di Sumatera disebabkan kondisi cuaca ekstrem dan diperparah oleh perubahan fungsi hutan, pembukaan lahan, serta pemukiman di dataran tinggi, yang meningkatkan limpasan permukaan.
-
Kang Dedi Mulyadi menyoroti kondisi lingkungan Indonesia pasca-kemerdekaan yang memburuk (gunung gundul, sungai keruh), membandingkannya dengan keadaan yang dinilai lebih terawat selama masa penjajahan Belanda.
-
Pernyataan Dedi Mulyadi yang mempertanyakan "siapa penjajah itu" dan membandingkan pembangunan era Belanda dengan kualitas bangunan saat ini memicu berbagai tanggapan warganet, termasuk dukungan untuknya.
SuaraJabar.id - Banjir bandang di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh beberapa waktu lalu terus menyisakan korban.
Selain disebabkan karena kondisi cuaca, pembukaan lahan di daerah hulu, pemukiman yang merangkak naik ke dataran tinggi, serta perubahan fungsi hutan diduga memperbesar limpasan permukaan.
Menanggapi hal tersebut, dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @folkshitt Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi membandingkan kondisi saat jaman penjajahan Belanda di Indonesia pada periode panjang dari abad ke-17 hingga 1945.
Dalam pidatonya Dedi mengatakan bahwa pada saat itu gunung masih utuh, sungai masih jernih serta banyak gedung hingga jembatan yang kokoh-kokoh dibangun.
“Saya secara pribadi hari ini anak-anak muda mulai posting di media sosial mereka menggugat pak, apa yang mereka gugat,” kata Dedi Mulyadi, dilansir Kamis (11/12/2025).
“Belanda menjajah Indonesia 350 tahun gunung masih utuh, samudra masih terbentang luas, sungai-sungai jernih, dia meninggalkan perkebunan yang terhampar, bangunan-bangunan yang indah, gedung-gedung yang kokoh, jalan-jalan yang kuat, jembatan kereta api yang kokoh,” lanjutnya.
Namun saat ini, kondisi Indonesia dinilai sangat memprihatinkan. Dedi mengungkapkan bahwa kini banyak gunung yang gundul, sungai-sungai keruh serta banyak bangunan yang sering roboh.
“Indonesia merdeka 80 tahun gunung gundul, sungai keruh, hutan menggunung, bangunan-bangunan hampir tak ada yang berkualitas, jalan-jalan mudah rusak, jembatan mudah roboh,” ucap Dedi.
“Pertanyaannya adalah siapa yang penjajah itu,” lanjutnya.
Baca Juga: Respons Keras Gubernur Dedi Mulyadi Soal Kasus Korupsi Wakil Wali Kota Bandung
Unggahan itu pun langsung menuai berbagai respon dari warganet yang melihatnya. Bahkan ada yang memberikan dukungan kepada Dedi Mulyadi untuk menjadi Presiden selanjutnya.
“Calon presiden berikut nya silahkan tekan tombol di samping(emoji anak panah),” kata akun @ri***98.
“Nampak Beda kelas antara mulyono dan mulyadi(emoji tepuk tangan),” ungkap @im***zz.
“Sejarah diubah, Alam pun diubah. Ya jadi ginilah kita,” cuit @d.***an.
“Belandan dan voc tidak menjajah.,” timpal @wa***ka.
“Bener kata Bung Karno "Dijajah bangsa sendri",” imbuh @ki***ss.
Berita Terkait
-
Respons Keras Gubernur Dedi Mulyadi Soal Kasus Korupsi Wakil Wali Kota Bandung
-
Dedi Mulyadi Rombak Lahan Miring Jabar Tanami Durian hingga Jengkol Demi Cegah Longsor
-
3 Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera Menurut Pakar IPB
-
Banjir Sumatera Bukan Murni Bencana Alam, Pakar IPB Sebut 'Pesan Kematian' dari Pembalakan Liar
-
Dedi Mulyadi Tancap Gas Pulihkan Citarum dan Infrastruktur Jabar di 2026
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
Tetap Aman dan Nyaman Selama Lebaran 2026: BRI Sabrina WhatsApp 24 Jam Bantu Nasabah Lebih Cepat
-
Pantauan Langit Kapolda Jabar: Exit Tol Parungkuda "Adem Ayem", Puncak Mudik Ternyata Sudah Lewat
-
Mudik Seru ke Sukabumi! Anak Bisa Main Lego, Ayah Pijat Refleksi di Pos Penyu Gadobangkong
-
Gema Takbir Berbalut Protes: Wali Kota Sukabumi Disoraki Jemaah Muhammadiyah Usai Salat Id