Pemprov Jabar menata ulang tata ruang dataran tinggi rawan longsor dengan mengganti pertanian sayuran berlereng menjadi tanaman keras seperti jengkol dan durian untuk konservasi.
Kebijakan alih fungsi lahan ini menerapkan win-win solution dengan merekrut para petani sayur terdampak menjadi tenaga pemerintah untuk merawat tanaman konservasi.
Langkah ini bertujuan mengatasi kerentanan bencana, mengembalikan daya ikat tanah, dan memastikan keselamatan wilayah hilir seperti Bandung Raya yang bergantung pada konservasi hulu.
SuaraJabar.id - Bencana tanah longsor yang kerap menghantui wilayah dataran tinggi Jawa Barat menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk menata ulang kebijakan tata ruangnya.
Merespons risiko ekologis yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di bawah komando Gubernur Dedi Mulyadi mengambil langkah berani dan solutif.
Rencananya, Pemprov Jabar akan mengubah wajah lahan pertanian berlereng yang selama ini ditanami sayuran semusim, menjadi kawasan hijau yang dipenuhi tanaman keras.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Dedi menilai bahwa praktik pertanian sayur di kemiringan ekstrem telah menggerus daya ikat tanah, sehingga memicu kerentanan bencana saat musim hujan tiba.
"Kita mengevaluasi perkebunan sayur yang menggunakan tanah berlereng sehingga berisiko menimbulkan longsor. Dari situ nanti akan segera diubah menjadi tanaman keras," ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi ini memastikan bahwa petani tidak akan ditinggalkan. Justru, status mereka akan dinaikkan.
Para petani yang terdampak kebijakan ini akan direkrut secara resmi menjadi tenaga pemerintah. Tugas mereka beralih dari menanam sayur yang merusak tanah, menjadi garda terdepan penjaga alam.
"Tetapi agar para petani tidak rugi, mereka akan direkrut menjadi tenaga pemerintah yang ditugaskan untuk melakukan penanaman dan merawat tanaman yang memiliki fungsi bagi ketahanan lingkungan," tambahnya.
Menariknya, jenis tanaman keras yang dipilih bukan sekadar pohon kayu biasa. Pemprov Jabar membidik tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun berakar kuat. Komoditas seperti jengkol, kina, hingga durian menjadi pilihan utama.
Baca Juga: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Otista Bandung, Ada Luka Tusuk
Tanaman-tanaman ini tidak hanya berfungsi sebagai paku bumi alami yang menahan tanah dari erosi, tetapi buahnya kelak dapat dinikmati oleh masyarakat.
Rencana ini akan dieksekusi di wilayah-wilayah dataran tinggi yang menjadi zona merah rawan longsor, meliputi Bogor, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Bandung, dan Bandung Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga memberikan kuliah singkat mengenai interkoneksi lingkungan. Ia menekankan bahwa keselamatan wilayah perkotaan seperti Bandung Raya sangat bergantung pada kondisi di wilayah hulu atau pegunungan. Jika hulu rusak, maka hilir akan menanggung akibatnya berupa banjir dan sedimentasi. [Antara].
Berita Terkait
-
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Otista Bandung, Ada Luka Tusuk
-
4 Spot Wisata Karawang Paling Kalcer dan Estetik Buat Healing Akhir Tahun Anti Boncos
-
Dedi Mulyadi Tancap Gas Pulihkan Citarum dan Infrastruktur Jabar di 2026
-
9 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, Pengemudi Honda Jazz Tewas
-
Alarm Bahaya! Dedi Mulyadi: 80 Persen Hutan di Jabar Rusak Parah
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Mudik Lebaran 2026, Waspada! Ini Titik Rawan Bencana di Jalur Ciamis
-
Mudik Lebaran ke Pangandaran? Pemkab Siagakan Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Jalur Wisata
-
Curi 420 Ayam Petelur Senilai Rp147 Juta, Tiga Pelaku di Ciamis Dibekuk Polisi
-
Oknum ASN Disnaker Banjar Diduga Gelapkan Santunan Kematian Pekerja, Terancam Dipecat
-
Pembacokan 5 Jukir di Depan Minimarket Sukabumi, Polisi Dalami Motif dan Identitas Pelaku