- Presiden Prabowo Subianto menantang lawan politik berkompetisi pada Pilpres 2029 di Sentul, Jawa Barat.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 60 juta penerima dan akan ditingkatkan hingga Desember 2026.
- Program MBG menciptakan satu juta lapangan kerja melalui 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SuaraJabar.id - Dalam pidato tegasnya di Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, Presiden Prabowo Subianto melontarkan tantangan terbuka.
Ia mempersilakan pihak-pihak yang tidak menyukai kepemimpinannya untuk berkompetisi secara demokratis pada Pemilihan Presiden 2029, namun dengan syarat tidak merusak kepentingan bangsa dan negara.
"Jadi begini ya, kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan, 2029 bertarung," kata Presiden Prabowo.
Pernyataan Presiden ini muncul saat ia menjelaskan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilainya telah memberikan dampak nyata dan positif bagi masyarakat.
Bukan sekadar program sosial, MBG kini disebut telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan ditargetkan akan meningkat signifikan menjadi 82 juta penerima paling lambat pada Desember 2026.
Yang lebih mengejutkan, Program MBG ini disebut juga sebagai mesin pencipta lapangan kerja baru.
Dengan beroperasinya 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga kini, Presiden menyebut program ini telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja.
Setiap dapur diperkirakan mempekerjakan sekitar 50 orang yang menerima penghasilan harian, sebuah pendapatan langsung bagi masyarakat.
Selain itu, keberadaan dapur SPPG juga mendorong keterlibatan pemasok bahan pangan di tingkat desa.
Baca Juga: Hindari Perbaikan Sia-sia, Pemkab Bogor Tunggu Cuaca Membaik untuk Pengaspalan Permanen
Mulai dari sayuran, telur, ikan, ayam, hingga daging, setiap dapur diperkirakan melibatkan 10 hingga 20 pemasok lokal.
Apabila target 82 juta penerima tercapai, program ini berpotensi menciptakan tiga hingga lima juta lapangan kerja secara keseluruhan.
Presiden Prabowo menegaskan, kebutuhan rakyat terhadap pekerjaan menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
"Saya buktikan kepada saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja. Hanya dari MBG, dan ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa," kata Kepala Negara, menepis tudingan miring terhadap efektivitas program ini. [Antara].
Berita Terkait
-
Hindari Perbaikan Sia-sia, Pemkab Bogor Tunggu Cuaca Membaik untuk Pengaspalan Permanen
-
Keajaiban Alam di Jantung Bogor, Bunga Bangkai Raksasa Bersiap Mekar!
-
Analisis Maulana Sumarlin: Membedah Filosofi Kesetiaan Total Polri di Bawah Presiden
-
Jakarta Siap-Siap! Katulampa Tembus Siaga 3 Malam Ini, Air Kiriman Puncak Mengalir Deras ke Ibu Kota
-
Simak Jadwal KRL Terakhir Malam Ini Rute Bogor, Bekasi, dan Parung Panjang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama