- Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) di Kebun Raya Bogor diprediksi segera mekar sempurna setelah enam tahun terakhir.
- Peristiwa botani langka ini menarik antusiasme warga Bogor dan Jakarta yang ingin menyaksikan bunganya yang berukuran fantastis.
- Keistimewaan tanaman ini meliputi ukuran besar, aroma khas, serta pentingnya bagi konservasi dan edukasi botani.
SuaraJabar.id - Sebuah fenomena langka yang dinantikan akhirnya tiba. Salah satu koleksi tanaman langka paling spektakuler di dunia, bunga bangkai raksasa atau Amorphophallus titanum, di Kebun Raya Bogor akan segera mekar sempurna dalam waktu dekat ini.
Momen ini bukan sekadar daya tarik wisata biasa, melainkan sebuah peristiwa botani yang mengundang decak kagum, mengingat siklus hidup tanaman ini yang sangat lambat dan bunganya yang terakhir mekar sempurna enam tahun lalu.
Saat ini, bunga tersebut tengah memasuki fase generatif, menandakan bahwa kemegahan aromatiknya siap menyapa para pengunjung.
Mekarnya bunga langka ini di Kebun Raya Bogor adalah kesempatan langka yang tak boleh dilewatkan, bagi wargaJabodetabek.
Kabar akan mekarnya Amorphophallus titanum ini sontak menyebarkan antusiasme di kalangan masyarakat, baik dari dalam kota maupun luar kota.
Ayu, seorang warga Bogor dari Vila Bogor Indah, yang awalnya berniat mengunjungi Museum Zoologi, mengaku langsung tertarik saat mendengar berita ini.
"Niatnya ke Museum Zoologi terus katanya bisa melihat akses bunga bangkai jadi sekalian. Katanya mau mekar juga," ujarnya kepada Suara.com, Sabtu 31 Januari 2026.
Meskipun petugas menyebut kemungkinan mekar sempurna baru minggu depan, Ayu tak gentar.
"Pengen sih, tapi lihat minggu depan karena penasaran kan ya. Apalagi langka juga kan ya," tambahnya.
Baca Juga: Anggrek Jakob Oetama Hadir di Kebun Raya Bogor
Tak hanya warga Bogor, wisatawan Jakarta pun ikut tergerak. Nadia, salah satu warga Jakarta, sengaja datang jauh-jauh ke Kebun Raya Bogor khusus untuk menyaksikan momen langka ini.
"Saya pengen lihat langsung, katanya mau mekar," jelasnya.
Meskipun sempat kecewa karena belum mekar, ia tetap optimis.
"Tapi ternyata belum mekar, kata petugas minggu depan kemungkinan mekarnya. Mungkin nanti kesini lagi, pengen lihat soalnya," tuturnya.
Mengapa Amorphophallus Titanum Begitu Istimewa?
Bunga bangkai raksasa ini bukan sekadar besar, tetapi juga memiliki karakteristik unik yang membuatnya menjadi objek penelitian dan daya tarik global:
Berita Terkait
-
Anggrek Jakob Oetama Hadir di Kebun Raya Bogor
-
Rekomendasi 7 Tempat Ngabuburit Paling Seru di Bogor, Menanti Waktu Berbuka Puasa Sambil Nikmati Alam
-
Satpam Dipukuli Peziarah, Pengelola Kebun Raya Bogor Lapor Polisi
-
Bunga Bangkai Ternyata Bisa Dimakan meski Aromanya Bikin Orang Tutup Hidung, Begini Rasanya
-
Penampakan Mekarnya Bunga Suweg di Kandang Kambing Kampung Cinagen Sukabumi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Sungai Meluap, Jembatan Penghubung di Cibeber Cianjur Ambruk dan 198 Jiwa Mengungsi
-
Longsor hingga Banjir Lintasan Terjang Bogor, 20 Rumah Warga Terendam
-
Jalur Wisata Berbasis Sungai di Gunung Gede Pangrango Ditutup Mulai 3 Mei, Ini Alasannya