- Hibrida Asal Papua–Sumatera Simbol Persatuan Nusantara, Resmi Tercatat di Register Anggrek Internasional
- Penghormatan untuk Jakob Oetama, Anggrek Bernilai Filosofis Kini Bisa Dinikmati Publik
- Koleksi Baru Perkuat Peran Kebun Raya Bogor sebagai Pusat Konservasi dan Edukasi Flora Tropis
SuaraJabar.id - Anggrek hibrida baru bernama Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama kini hadir di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, dan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, selaku pengelola Kebun Raya Bogor dalam keterangannya, menyatakan pihaknya merasa bangga menjadi rumah bagi anggrek penuh filosofi tersebut.
“Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama bukan hanya cantik secara morfologi, tetapi juga menyimpan filosofi persatuan Nusantara,” ujarnya, Selasa 9 September 2025.
Ia menambahkan, keberadaan anggrek ini di Kebun Raya Bogor diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas untuk lebih mencintai kekayaan hayati Indonesia.
Selain itu, koleksi baru ini juga memperkuat peran Kebun Raya sebagai pusat konservasi dan edukasi flora tropis.
Hadirnya anggrek Jakob Oetama di ruang publik dinilai penting agar masyarakat bisa mengenal sosok almarhum tidak hanya dari dunia jurnalistik, tetapi juga melalui simbol flora yang melambangkan persatuan bangsa.
Kehadirannya di Kebun Raya Bogor diharapkan menjadi sumber inspirasi lintas generasi.
Kehadiran anggrek ini sekaligus menjadi penghormatan bagi almarhum Jakob Oetama, tokoh pers nasional dan perintis Kompas Gramedia.
Anggrek hibrida tersebut resmi tercatat dalam International Orchid Register milik Royal Horticultural Society (RHS) Inggris sejak 18 Februari 2025.
Baca Juga: 5 Fakta Penting Anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Subang, Puluhan Jadwal Kacau
Pendaftaran dilakukan oleh Hadhiyyah Nur Cahyono, breeder anggrek asal Indonesia yang mulai mengembangkan persilangan ini sejak 2019.
RHS melalui Orchid Committee merupakan otoritas global dalam pencatatan hibrida anggrek.
Dengan terdaftarnya nama Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama, hibrida asal Indonesia itu kini diakui secara internasional dan tercatat dalam basis data resmi dunia anggrek.
Menurut Hadhiyyah, pemberian nama Jakob Oetama bukan sekadar untuk memperkenalkan hibrida baru, melainkan juga untuk memberi makna mendalam.
Nama “Memoria” dipilih mengikuti tradisi dunia anggrek dalam mengenang tokoh-tokoh berpengaruh.
“Saya ingin hibrida ini tidak hanya indah secara bentuk, tetapi juga punya makna. Indukan betina dari Papua dan jantan dari Sumatera menyatukan timur dan barat Indonesia, sama seperti semangat Pak Jakob yang mempersatukan bangsa lewat karya jurnalistiknya,” kata Hadhiyyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Tambang Ditutup 7 Bulan, Bupati Bogor Minta Dedi Mulyadi Beri Kepastian Warga
-
Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot