-
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor meluncurkan aplikasi Simpadampro untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan operasi penyelamatan melalui ekosistem komando digital terintegrasi yang mampu memantau situasi lapangan secara langsung dan sangat akurat.
-
Inovasi Simpadampro menggunakan kamera helm petugas dan integrasi CCTV untuk menentukan rute tercepat menuju lokasi, sekaligus mempermudah komandan memberikan arahan strategi pemadaman yang lebih presisi berdasarkan visual real-time di lapangan.
-
Kedepannya, Damkar Bogor akan menerapkan teknologi sensor IoT untuk deteksi dini potensi kebakaran di gedung-gedung, guna menekan angka kejadian kebakaran yang mayoritas disebabkan oleh masalah korsleting listrik di masyarakat.
SuaraJabar.id - Era digital menuntut kecepatan dan ketepatan, tak terkecuali dalam urusan menyelamatkan nyawa dari amukan api. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor menjawab tantangan ini dengan meluncurkan inovasi teknologi yang futuristik bernama Simpadampro.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa aplikasi ini bukan sekadar alat pelaporan, melainkan ekosistem komando digital yang terintegrasi.
Tujuannya satu, membuat operasi pemadaman dan penyelamatan menjadi terukur, cepat, dan presisi.
"Anggota selama dalam perjalanan itu melakukan percakapan, kemudian juga ada kamera 360 derajat yang dipakai oleh helm masing-masing sampai di lokasi," jelas Yudi.
Visual dari helm ini dikirim secara real-time ke Command Center. Artinya, komandan di markas bisa melihat situasi api dari sudut pandang petugas secara langsung.
Hal ini memungkinkan arahan strategi yang lebih akurat, seperti menunjukkan titik api yang tersembunyi atau jalur evakuasi yang aman bagi petugas.
Aplikasi ini mampu memberikan rute tercepat dengan memantau kondisi kemacetan secara real-time melalui integrasi dengan CCTV Dinas Perhubungan.
"Termasuk di situ ada sarana pendukung seperti hydrant terdekat di mana. Mencari jalan yang lebih efektif, kondisi macet seperti apa, itu juga dari sini," tambahnya.
Visi Damkar Bogor tidak berhenti di situ. Ke depan, mereka akan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk deteksi dini. Sensor panas akan dipasang di gedung-gedung perusahaan atau toko yang bekerjasama.
Baca Juga: Kontrak Ratusan Ton Sampah Tangsel ke Cileungsi Terbongkar
"Jika ada panas yang lebih dari biasanya, misalnya di atas 60 derajat, terdeteksi oleh IOT itu, kita akan terkoneksi dengan aplikasi kita. Di aplikasi kita muncul warna merah," ungkap Yudi antusias.
Dengan teknologi ini, Damkar bisa tahu ada potensi kebakaran sebelum api membesar atau bahkan sebelum pemilik gedung menyadarinya.
Data tahun 2025 mencatat ada 427 kejadian kebakaran di Bogor, menurun drastis dari tahun 2024 yang mencapai 890-an kasus. Mayoritas penyebabnya adalah korsleting listrik.
Yudi mengimbau masyarakat untuk tidak menumpuk colokan listrik di satu terminal.
"Panas itu ketika kemudian terjadi gesekan, itulah muncul api. Jadi masyarakat hari ini kita imbau jangan sampai memaksakan perlengkapan peralatan kelistrikan itu disatukan dalam satu tempat," pesannya.
Berita Terkait
-
Kontrak Ratusan Ton Sampah Tangsel ke Cileungsi Terbongkar
-
Bikin Warga Gatal dan Bau Menyengat, Usaha Limbah B3 di Parungpanjang Disegel Pemkab Bogor
-
5 Surga Wisata Kuliner Kota Bogor yang Wajib Dicoba, Dari Legendaris hingga Kekinian
-
Rudy Susmanto Minta Anggaran 2026 Kabupaten Bogor Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat
-
Kabupaten Bogor Juara 1 Destinasi Wisata Terpopuler Jawa Barat 2025, Ini Rahasianya
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Bupati Bogor Respons Kasus Hukum, Dukung Pemberantasan Korupsi dan Hormati Prosedur
-
'Rereongan Sangkan Waluya', Jargon Hilal Firmansyah yang Kian Memikat