Andi Ahmad S
Kamis, 08 Januari 2026 | 13:10 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto [Diskominfo/HO/Suarabogor]
Baca 10 detik

Bupati Bogor memimpin rakor TAPD untuk memastikan penyusunan anggaran daerah berorientasi sepenuhnya pada kepentingan publik, guna menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.

Rudy Susmanto menekankan pentingnya kesamaan persepsi dan kolaborasi antar perangkat daerah agar pengelolaan keuangan berjalan efektif, efisien, serta tepat sasaran sesuai dengan arah pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

Pemkab Bogor berkomitmen menjalankan proses penganggaran secara transparan dan akuntabel, memastikan setiap rupiah digunakan secara bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadapi dinamika pembangunan masa depan.

SuaraJabar.id - Di tengah tuntutan publik akan transparansi penggunaan uang negara, Bupati Bogor Rudy Susmanto menunjukkan komitmen seriusnya.

Pada Rabu (7/1/2026), Rudy memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong.

Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan konsolidasi strategis untuk memastikan arah kebijakan anggaran daerah tidak melenceng.

Bagi Rudy, penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah pertaruhan moral. Ia menekankan bahwa setiap keputusan nominal yang diketok harus bisa dipertanggungjawabkan dunia akhirat dan secara administratif.

Dalam arahannya, Rudy memberikan "kuliah" singkat namun padat kepada para birokrat senior. Ia ingin mengubah mindset bahwa anggaran bukan hanya deretan angka di tabel Excel, tetapi alat untuk mengubah nasib warga.

“Anggaran daerah bukan sekadar angka, tetapi instrumen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap kebijakan yang kita ambil harus berorientasi pada kepentingan publik,” tegas Rudy Susmanto.

Rudy memastikan bahwa program yang didanai harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar proyek mercusuar tanpa dampak.

Tantangan pengelolaan keuangan daerah yang dinamis menuntut kerja tim yang solid. Rudy mengingatkan agar tidak ada ego sektoral antar-dinas yang bisa menghambat efisiensi.
Menyamakan persepsi adalah langkah awal agar alokasi anggaran bisa tepat sasaran.

"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci agar alokasi anggaran dapat berjalan efektif, efisien, serta tepat sasaran," tambahnya.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Juara 1 Destinasi Wisata Terpopuler Jawa Barat 2025, Ini Rahasianya

Melalui rakor ini, Pemkab Bogor berupaya membangun sistem perencanaan yang transparan dan akuntabel. Prinsip kehati-hatian dikedepankan agar tidak ada kebocoran anggaran yang merugikan rakyat.

“Dengan demikian, setiap rupiah anggaran daerah diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.

Load More