-
DLH Kabupaten Bogor akan menindak tegas PT Aspex Kumbong terkait kerja sama pengelolaan sampah ratusan ton dari Pemkot Tangsel yang dilakukan tanpa koordinasi resmi dengan pemerintah daerah setempat.
-
Kepala DLH, Teuku Mulya, segera melakukan sidak lapangan guna mengecek kelengkapan izin kementerian serta memastikan proses pembakaran sampah menggunakan insinerator telah sesuai dengan ketentuan lingkungan yang berlaku.
-
Pemerintah Kabupaten Bogor menekankan bahwa pengelolaan sampah lintas daerah merupakan isu strategis yang wajib melalui koordinasi antarwilayah agar tidak dilakukan sembarangan dan tidak merugikan masyarakat sekitar lokasi.
SuaraJabar.id - Isu impor sampah lintas daerah kembali memanas. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor kini tengah memasang mata elang terhadap aktivitas sebuah perusahaan di kawasan Cileungsi, yakni PT Aspex Kumbong.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa perusahaan tersebut telah menjalin kontrak sepihak dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk menampung dan mengelola ratusan ton sampah kiriman.
Kabar ini sontak membuat gerah pemerintah daerah setempat. Pasalnya, kerja sama pengelolaan sampah antar-wilayah seharusnya melalui prosedur ketat dan koordinasi resmi, bukan jalan tikus.
Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan tegas.
Langkah pertama yang akan diambil DLH adalah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pabrik. Tujuannya sangat jelas: membedah proses pengelolaan sampah yang dilakukan dan memastikan kesesuaiannya dengan izin yang dikantongi.
"Jadi ya, tetap kita harus ke lapangan dulu dan kita lakukan koordinasi dan pengecekan ke lapangan dulu tentang bagaimana mengelolanya di aspex Kumbong," tegas Teuku Mulya pada Jumat (9/1/2025).
Teknologi ini memang efektif mengurangi volume sampah menjadi abu, namun memiliki risiko polusi udara yang tinggi jika tidak dikelola dengan standar emisi yang ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Apakah izin-izinnya sudah ada, apakah semua persyaratan untuk pengelolaan sampah itu sesuai dengan ketentuan dan atau sudah memperoleh persetujuan atau izin dari kementerian lingkungan hidup. Karena saya dengar pengelolaan yang menggunakan insinerator atau pembakaran sampah menjadi abu," jelas Teuku.
Teuku Mulya menyayangkan langkah sepihak yang dilakukan tanpa kulonuwun (permisi) kepada tuan rumah, yakni Pemkab Bogor. Padahal, sampah adalah isu strategis yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga sekitar, mulai dari bau hingga lalu lintas truk pengangkut.
Baca Juga: Bikin Warga Gatal dan Bau Menyengat, Usaha Limbah B3 di Parungpanjang Disegel Pemkab Bogor
"Kalau antar lintas daerah maka harus ada koordinasi wilayah atau koordinasi lintas wilayah. Karena ini kan menyangkut hal-hal yang strategis. Strategis dalam artian bahwa sampah ini kan nggak boleh dikelola secara sembarangan," tutupnya.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Bikin Warga Gatal dan Bau Menyengat, Usaha Limbah B3 di Parungpanjang Disegel Pemkab Bogor
-
5 Surga Wisata Kuliner Kota Bogor yang Wajib Dicoba, Dari Legendaris hingga Kekinian
-
Rudy Susmanto Minta Anggaran 2026 Kabupaten Bogor Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat
-
Kabupaten Bogor Juara 1 Destinasi Wisata Terpopuler Jawa Barat 2025, Ini Rahasianya
-
Bupati Rudy Susmanto Garansi Tak Ada Alih Fungsi Lahan di Bogor Hingga 2028
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih
-
Miris! Rumah Nyaris Ambruk, Ayah Tunggal di Sukabumi Tak Dapat Bansos Gegara Desil 5
-
Safrizal ZA Ungkap Pelayanan Prima BPBD Jaga Kepercayaan Publik Kepada Pemerintah
-
Polisi Bongkar Markas Operator Judol di Vila Cianjur, Sembilan Orang Ditangkap
-
Presiden Prabowo Lantik Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Jadi Wamentan