SuaraJabar.id - Gunung Gede Pangrango di Cianjur ditutup untuk aktivitas pendakian sementara hingga 20 Juli atau selama PPKM Darurat.
Penutupan jalur pendakian ini dilakukan untuk menekan penularan COVID-19 karena trennya meningkat sejak tiga bulan terakhir.
"Semua kegiatan yang ada di lingkungan taman nasional seperti wisata alam, dihentikan selama PPKM Darurat dilakukan, termasuk pendakian untuk kesekian kalinya kembali ditutup," kata pimpinan Humas Balai Besar TNGGP Poppy Oktadiany dikutip dari Antara, Minggu (4/6/2021).
Ia menjelaskan penutupan itu mengacu pada pemerintah pusat yang terus berusaha menekan angka penularan virus berbahaya yang terus meningkat serta sebagai upaya menindaklanjuti surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia terkait dengan implementasi PPKM Darurat Jawa Bali.
Seluruh kegiatan akan kembali dibuka setelah 20 Juli, namun akan disesuaikan dengan petunjuk pemerintah terkait dengan perkembangan kasus COVID-19.
Ia menjelaskan kalau masih mengalami peningkatan, kemungkinan penutupan kembali diperpanjang hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan.
"Informasi dari Satgas COVID-19, kalau angka penularan masih tinggi, maka penutupan akan diperpanjang sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Kalau sudah memungkinkan kita akan buka kembali seluruh kegiatan," katanya.
Ia menuturkan terkait dengan ditutupnya semua aktivitas tersebut, telah disebar melalui media resmi TNGGP dan media sosial lainnya, agar pendaki atau wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan tersebut, dapat menahan diri sebagai upaya membantu penanganan cepat COVID-19.
"Selama enam bulan terakhir, kami sudah tiga kali melakukan penutupan, untuk pemulihan ekosistem dan pemeliharaan jalur pendakian, antisipasi melonjaknya pendaki setelah Lebaran dan PPKM Darurat, kami berharap semua pihak dapat memaklumi," katanya.
Baca Juga: Jual Mahal Obat Terapi COVID-19 Bisa Dipenjara 5 Tahun
Berita Terkait
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Abu Vulkanik Cukup Tebal Sampai ke Cianjur, CFD Sepi dan Kendaraan Tertutup Debu
-
BMKG Ungkap Pemicu Gempa Cianjur Terasa hingga Jakarta, Aktivitas Sesar Aktif di Kedalaman 4 Km
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Hindari Fatherless, Anggota Komisi IX DPR RI: Ayah Harus Hadir dalam Tumbuh Kembang Anak
-
Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam
-
Diduga Hendak Tawuran, 12 Pemuda di Garut Diamankan Polisi, Enam Senjata Tajam Disita
-
Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir