SuaraJabar.id - Sempat menipisnya stok oksigen di fasilitas kesehatan yang menangani pasien COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat dikabarkan memakan korban jiwa.
Kelangkaan oksigen dikabarkan membuat 7 pasien COVID-19 meninggal dunia karena kekurangan oksigen.
Dari keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUD Cikalongwetan, Yulius Stepanus, 7 pasien COVID-19 yang meninggal karena kekurangan oksigen itu hasil hitungan sementara sejak 1 bulan terakhir.
"Menurut perkiraan ada sampai 7 orang meninggal karena kekurangan oksigen sejak sebulan terakhir. Memang pasokan oksigen yang kadang-kadang berkurang membuat perburukan berat cepat," kata Yulius saat ditemui, Selasa (6/7/2021).
Menurutnya, 7 orang pasien yang meninggal di RSUD Cikalongwetan itu tidak hanya dipicu kekurangan oksigen. Namun juga karena penyakit bawaan.
"Ada yang memang karena penyakitnya udah berat, ada yang komorbidnya atau penyakit bawaan udah banyak. Misalnya kencing manis, darah tinggi, penyakit jantung, sesak, dan ditambah kekurangan oksigen," paparnya.
Krisis oksigen sendiri bukan saja dirasakan RSUD Cikalongwetan, tapi juga dua rumah sakit lain milik pemerintah yaitu RSUD Lembang dan Cililin.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dari 100 tabung oksigen kebutuhan per hari, saat ini distributor hanya bisa memenuhi sebanyak 10 tabung untuk tiap RSUD.
"Kami sekarang tinggal punya stok 5 tabung. Menunggu distributor mengisi ulang," tambahnya.
Baca Juga: Sejumlah 365 Tempat Tidur di RSUD Pasar Minggu Terisi, IGD Disulap Jadi Ruang Isolasi
RSUD Cikalongwetan saat ini telah menyediakan 37 bed ruang perawatan pasien Covid-19. Dari jumlah itu ruang yang terisiencapi 35 bed dengan komposisi 12 pasien dalam kondisi berat.
"Kita nyediain sekitar 37 bad sekarang terisi hampir 90 persen sudah 35 bed terisi. Ada penambahan, cuma dengan kondisi oksigen jadi kita masih tahan tahan dicoba dengan isolasi mandiri dirumah. Dengan ketersediaan oksigen yang terbatas," terangnya.
Berita Terkait
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Soal Marc klok dan Eliano
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Skandal Iklan Bank BJB: Lima Tersangka Ditetapkan, KPK Kebut Hitung Kerugian Negara
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran