Angin kumbang, menurut Faiz Zyin, merupakan angin Fohn, angin yang bertiup turun sepanjang lereng gunung menuju dataran yang lebih rendah dengan suhu udara yang tinggi, dengan tingkat kelembaban udara yang rendah.
"Untuk wilayah Majalengka, Cirebon dan Kuningan, angin kumbang ini berasal dari Gunung Ciremai," ujarnya.
4. Hindari Pepohonan yang Rimbun dan Tinggi
Ketika musim angin kumbang, masyarakat diminta menghindari pepohonan yang rimbun dan tinggi untuk menjaga kemungkinan pohon tumbang, akibat tiupan angin besar tersebut.
Wilayah Kabupaten Majalengka sendiri sudah memasuki musim kemarau sejak Juni lalu, namun demikian musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, karena hujan masih tetap ada dengan intensitas curah hujan di bawah 155 mm per bulan.
Pada umumnya dikatakan Faiz Zyin, musim kemarau tahun ini diprakirakan bersifat di atas normal, yang berarti kondisi curah hujannya lebih banyak dari tahun 2020 lalu atau dari rata-rata normalnya.
5. Suhu Udara Terasa Dingin
Menurut Faiz Zyin, beberapa hari kemarin suhu udara terasa dingin pada malam dan pagi hari. Ini disebabkan adanya pergerakan massa udara dingin dan kering dari Australia ke Asia yang melewati wilayah-wilayah Indonesia.
"Saat musim kemarau tiupan awan sedikit, atau bisa dikatakan tidak ada, sehingga bumi ini jadi semacam tidak berselimut, lalu panas yang diserap pada siang hari akan sangat mudah dilepas pada malam hari, sehingga malam hari terasa lebih dingin dari biasanya," jelasnya.
Baca Juga: Waspada! Gelombang Laut Selatan Sukabumi Capai Enam Meter
6. Pakai Masker dan Lotion hingga Kaca mata
Pada saat muncul Angin Kumbang atau angin lalakina, selain disarankan agar masyarakat Kabupaten Majalengka lebih banyak mengonsumsi air minum juga sebaiknya memakai pelembab. Karena kulit akan kering, menggunakan tabir surya dan persiapan luar ruangan lainnya seperti kaca mata dan masker di samping mengantisipasi paparan virus Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain